Dolar AS menguat pada Yen di dalam kecemasan pasar berkaitan rumor perang dagang kelanjutan pada AS serta China.
Walau sudah sempat melemah sebentar sesudah Gedung Putih menginformasikan penambahan tarif import $200 miliar, Dolar AS kembali naik serta mendesak Yen yang tidak berhasil bercahaya menjadi mata uang safe haven dalam beberapa waktu paling akhir.
Terkecuali karena suku bunga tinggi The Fed, merebaknya rumor pertemuan petinggi AS serta China dalam suatu lembaga bilateral ikut mendukung penguatan Dolar.
USDJPY Sentuh High 6 Bulan Meski
Greenback naik menyentuh level paling tinggi enam bulan lawan Yen pada hari Kamis kemarin 1207. Bahkan juga pada session perdagangan akhir minggu ini, belumlah tampak pertanda penurunan Dolar pada Yen. Pada jam 08 : 16 WIB, pair USDJPY ada di level 112. 62 serta sudah menguat seputar 1. 65 % dalam dua hari paling akhir.
Dolar AS pada umumnya menguat pada major currencies, tampak dari Indeks Dolar DXY yang ada di level 94. 83, naik 0. 03 % dari session semula.
AS-China Diberitakan Berunding, Yen ‘Kehilangan’ Status Safe Haven
Mata uang Yen yang umumnya reli waktu berlangsung kemelut global, tidak menunjukkan ‘sifat aslinya’ menjadi safe haven karena mesti melemah cukuplah tajam dalam dua hari paling akhir pada Greenback. Menurut ekonom, ada faktor-faktor yang menyangga Dolar AS untuk selalu laju melawan Yen.
Diantaranya ialah berita gagasan perundingan bilateral yang menentramkan investor, serta suku bunga Fed yang lebih tinggi hingga bikin Dolar lebih disukai.
Rabu malam waktu AS 1107, Bloomberg News memberikan laporan jika petinggi China serta AS sudah setuju untuk mengawali kembali perundingan perdagangan dalam suatu kesepategasn bilateral.
Itu jadi berita positif untuk pasar, karena sampai kini China tidak sempat gentar merespon serangan tarif import AS dengan lakukan tindakan sama. Perang dagang pada ke-2 negara itu juga sudah demikian lama jadi sorotan pasar yang mencemaskan efeknya pada keadaan global.






