Nilai tukar rupiah yang terjadi dalam perdagangan Kamis 9/5 pagi, bergerak menurun pada dolar AS. Sedangkan Mata uang rupiah terpantau masuk kembali pada posisi Rp14.300.
Laporan Investing tunjukkan, rupiah terdepresiasi ke posisi 14.352,5 dari tempat sebelumnya 14.295 per dolar AS. Pergerakan gerakan harian rupiah tertera 14.300-14.355 dengan posisi dalam sesi pembuka di 14.300 per dolar AS.
Berdasar pada laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 33 point jadi 14.338 per dolar AS dari mulanya 14.305 per dolar AS.
Rupiah masih punya potensi melemah pada dolar AS sesudah daerah resistensi pertama USDIDR di 14.340 dilintasi, buka kesempatan semakin besar buat USDIDR untuk bergerak ke daerah resistensi yang lain di 14.380 serta 14.410.
Kecemasan akan berlangsungnya perang dagang antara AS serta China masih jadi pendorong pasar masuk ke asset safe haven. Ini kelihatan dari penguatan harga emas serta yen Jepang pada dolar AS.
Oleh karenanya rupiah punya potensi tertekan kembali pada dolar AS. Launching data perdagangan China periode April 2019 yang surplusnya menyusut tempo hari jadi unsur penekan rupiah.
Disamping bawah, zone 14.340-14.310 sekarang menjadi satu dukungan penting. Tanpa ada penetrasi kuat ke bawah zone itu, atau dingkatnya dibawah 14.300, karena itu USDIDR lebih condong mengarah atas.






