Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Untuk Pertama Kalinya, Harga Minyak Naik Di Atas $90

Untuk Pertama Kalinya, Harga Minyak Naik Di Atas $90

384
0
Terhenti Juga, Harga Minyak Waktunya Ambil Nafas

 

 

Harga minyak naik di atas area harga $90 pada penutupan sesi perdagangan hari Kamis kemarin untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 yang lalu. Hal ini disebabkan  karena jumlah permintaan untuk jenis produk minyak melonjak sementara pasokan tetap terbatas.

 

Disisi lain, untuk Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate, patokan minyak Amerika Serikat, naik lebih dari 2 persen hingga diperdagangkan seharga  $90,23 per barel. Terakhir kali harga minyak ini berada di atas $90 adalah bulan Oktober 2014 lalu.

 

Patokan internasional untuk minyak mentah berjangka jenis Brent naik sebesar 1,7% diperdagangkan pada harga  $91. Brent sendiri mampu  mencapai $90 pada tanggal 26 Januari lalu.

 

Reli Terik harga minyak

harga minyak naik ini sendiri sebenarnya pernah mengalami reli terik sejak terjatuh ke rekor paling terendah pada bulan April 2020 lalu, minyak mentah berjagka jenis WTI diperdagangkan sebentar di wilayah negatif.

 

Hal tersebut terjadi karena permintaan telah kembali posisi tetapi sejumlah produsen telah menahan jumlah pasokan. Ketegangan konflik geopolitik antara negara Rusia dan Ukraina serta di kawasan Timur Tengah juga telah membuat seluruh pasar gelisah.

 

Seorang Ed Moya dari Oanda menambahkan bahwa sebagian dari tingkat dorongan pada hari Kamis yang lebih tinggi adalah dikarenakan suhu dingin dan memiliki potensi penurunan jumlah produksi.

 

“Pasar minyak kini sangatlah  ketat sehingga sejumlah kejutan apa pun pada jumlah produksi akan membuat semua harga mengalami lonjakan. Produksi dari pihak OPEC+ sedang dalam kendali penuh jelajah dengan strategi untuk peningkatan bertahap mereka, yang berarti harga minyak sepertinya akan segera menuju di atas $100, ” Jelasnya.

 

Pada hari Rabu, pihak  OPEC+ memutuskan untuk tetap pada jadwal tertentu yang telah diumumkan sebelumnya dan meningkatkan jumlah produksi bulan Maret sebesar 400.000 barel per harinya. Langkah itu faktanya dilakukan ketika kelompok itu menghadapi beberapa  tekanan kuat, termasuk dari negara Amerika Serikat, untuk meningkatkan jumlah produksi dalam upaya mengurangi apresiasi cepat untuk harga minyak.

 

John Kilduff dari pihak Capital telah mengatakan penurunan dolar AS pada hari Kamis sangat berkontribusi banyak pada lonjakan harga minyak naik lebih tinggi. Ketika dolar Amerika Serikat melesat naik, itu membuat harga minyak lebih mahal bagi para pembeli asing. Dia juga  mencatat bahwa pasokan kembali ke harga pasar, dan mengatakan bahwa perjuangan ekonomi dari negara China bisa menjadi angin sakal untuk hal lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses