Harga emas turun di akhir perdagangan Selasa Rabu pagi WIB, sesudah investor bergegas cari keuntungan untuk tutupi kerugian di asset yang lain khususnya dipacu oleh jatuhnya pasar minyak saat virus corona merusak ekonomi.
Kontrak emas sangat aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh 23, 4 dolar AS atau 1, 37 %, jadi ditutup pada 1687, 8 dolar AS per ounce.
Satu hari awalnya emas berjangka naik 12, 4 dolar AS atau 0, 73 % jadi 1.711, 2 dolar AS per ounce, sebab jatuhnya harga minyak mentah AS jadi negatif memukul beberapa aset beresiko serta menggerakkan beberapa investor berubah ke asset aman emas.
Beberapa analis pasar mencatat jika pengurangan minyak berjangka AS yang tidak pernah berlangsung awalnya ke harga negatif pada Senin 20/4 sudah menebarkan sentimen bearish antara sejumlah besar komoditas, termasuk juga emas.
Minyak betul-betul membuat semua kompleks komoditas turun.
Beberapa orang keluar dari tempat yang paling memberikan keuntungan dengan sikap menanti serta lihat untuk lihat adakah limpahan selanjutnya dari energi pada logam mulia, kata Bob Haberkorn, pakar taktik pasar senior di RJO Futures.
Harga minyak mentah Brent turun 25 % ke level paling rendah dalam hampir dua dasawarsa.
Satu Hari sesudah beberapa pedagang cemas kirim minyak AS di bawah minus 40 dolar AS per barel ditengah-tengah kecemasan kelebihan suplai bersejarah sebab keruntuhan keinginan oleh epidemi virus corona.
Turunnya harga minyak mentah AS serta laporan penghasilan perusahaan yang muram menyebabkan kecemasan akan kerusakan yang berkepanjangan pada ekonomi global dari epidemi, kirim pasar saham global lebih rendah.
Logam mulia terkadang bergerak bersama dengan ekuitas belakangan ini, khususnya sebab tindakan jual tajam di pasar yang lebih luas memaksakan investor untuk jual logam mulia buat penuhi margin call serta tutupi kerugian mereka.
Keruntuhan bersejarah dalam harga minyak serta bertambahnya kecemasan atas krisis global yang kronis bisa menggerakkan pemungutan uang tunai.
Pada Intinya membuka harga emas ke guncangan pengurangan sebab dolar kuat, kata analis FXTM Lukman Otunuga.
Walau situasi ekonomi makro global tidak memberikan keuntungan, kericuhan sekitar epidemi virus corona.
Potensial muram pasar minyak bisa percepat pelarian ke tempat investasi yang aman, emas kemungkinan bukan arah pertama buat investor.






