Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Turunnya Cadangan Devisa, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Turunnya Cadangan Devisa, Nilai Tukar Rupiah Melemah

764
0

Rujukan nilai tukar sah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate JISDOR melompat dari Rp14,270 jadi Rp14,304 dalam perdagangan.

 

Kurs USD/IDR di pasar spot mata uang melejit lebih dari 0.6 % ke harga penutupan di posisi Rp14,320. Penyebab pelemahan kurs Rupiah kesempatan ini ialah laporan Bank Indonesia tentang cadangan devisa yang alami penurunan mencolok dalam satu bulan.

 

Berdasar laporan Bank Indonesia BI di hari Kamis, cadangan devisa jatuh dari 124.3 Miliar Dolar AS jadi 120.3 Miliar Dolar AS di akhir bulan Mei 2019. BI mengatakan jika cadev sekarang ini masih mencukupi untuk penuhi semua keharusan sampai beberapa waktu ke depan.

 

Meskipun begitu, ini langsung menyebabkan tindakan jual atas mata uang bersimbol Garuda, sebab pasar mencemaskan penurunan persediaan cadev akan batasi potensi BI untuk jaga kestabilan kurs Rupiah.

 

Direktur Penting PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan pada Reuters jika penurunan cadev sudah menghidupkan kekhawatiran investor tentang nasib rupiah ke depan, membuat mata uang ini alami desakan jual.

 

Tetapi, dia mengatakan jika dalam musim pembayaran dividen yang umum berlangsung dekati akhir kuartal ke-2, korporasi asing yang bekerja di Indonesia mulai membayar keharusan dividenyan ke kantor pusat di luar negeri. Jadi, Ibrahim meneruskan, Permintaan valas valuta asing korporasi yang bertambah membuat rupiah melemah.

 

Bursa dampak turut terdampak oleh sentimen negatif itu. Indeks Harga Saham Kombinasi IHSG turun 0.36 % ke rata-rata 6,250.26 pada penutupan bursa barusan sore.

 

Sekitar 7 dari 9 bidang saham alami penurunan. Kenaikan cuma di nikmati oleh bidang Agri 0.21 % serta Perdagangan 0.07 %. Penurunan paling kronis dihadapi oleh bidang property yang longsor sampai 1.48 %.

 

Di luar negeri, memburuknya sentimen pasar keuangan global karena eskalasi perselisihan dagang AS-China berimbas pada mata uang-mata uang negara berkembang.

 

Tindakan jual sudah umum berlangsung semenjak terpacunya perselisihan itu, sebab investor condong menarik dananya dari aset-aset beresiko tinggi seperti negara berkembang, untuk diarahkan ke aset-aset safe haven seperti obligasi, emas, Dolar AS, serta Yen Jepang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses