Beranda pendidikan forex Trading Menggunanakn Stochastic Oscillator

Trading Menggunanakn Stochastic Oscillator

853
0

Stochastic yaitu tanda oscillator simpel yang mengukur momentum. Tanda ini di ciptakan oleh George C. Lane pada akhir tahun 1950-an. Jadi tanda momentum yang berbentuk oscillator, stochastic juga akan tunjukkan bebrapa waktu di mana gerakan harga sudah menjangkau kondisi overbought atau oversold.

e Trading Menggunanakn Stochastic Oscillator

Karena tanda ini sudah dipakai lebih dari 50 tahun sudah pasti sudah teruji keakuratannya, oleh karenanya stochastic oscillator sampai saat ini masih tetap dipakai oleh trader saham, forex, futures ataupun komoditi.

 

Terdapat beberapa macam tanda ini namun yang seringkali dipakai yaitu slow stochastic. Slow stochastic terbagi dalam 2 garis kurva yang mirip moving average (salah satunya memanglah moving average).

 

 Gerakan kurva itu dibatasi oleh level 0 sampai 100 yang tunjukkan persentasi nilai tanda itu. Ke 2 garis kurva itu yaitu %K yang umumnya dipertunjukkan dengan warna biru, serta garis %D yang dipertunjukkan dengan warna merah.

 

D yaitu nilai rata-rata (moving average) dari %K hingga gerakannya lebih lambat (lagging). Trader juga akan memerhatikan gerakan ke 2 garis kurva ini untuk mengidentifikasi tingkah laku tren yang tengah berlangsung. Tanda oscillator ini berikan tanda saat momentum gerakan harga tengah melemah yang disebut isyarat juga akan terjadinya koreksi maupun perubahan tren.

 

Seperti terlihat pada gambar di atas, momentum yang mengakibatkan perubahan arah tren periode pendek berlangsung saat ke 2 garis kurva itu berpotongan (crossing). Anda memperoleh bebrapa tanda saat garis kurva biru (%K) memotong garis merah (%D). Akan tetapi Anda dapat jadi besar probabilitas bebrapa tanda itu dengan 2 langkah, yakni :

 

  1. Lihat perpotongan garis kurva pada level-level ektrem

ee Trading Menggunanakn Stochastic Oscillator

Anda tidak mesti merespon tiap-tiap tanda yang keluar, namun ambil tanda yang probabilitasnya paling kuat. Seperti pada tanda stochastic oscillator yang dibatasi oleh level 0 sampai 100, umumnya kondisi overbought berlangsung bila garis kurva %K sudah melampaui level 80, serta kondisi oversold berlangsung bila garis kurva %K sudah ada di bawah level 20.

 

Seperti terlihat pada contoh EUR/JPY di atas tanda yang paling kuat berlangsung pada titik-titik perpotongan (crossing) garis kurva %K serta %D pada ruang overbought serta oversold. Anda dapat sell ketika overbought serta buy waktu oversold.

 

  1. Cocokkan entry Anda dengan tren pada time frame yang lebih tinggi untuk hindari false signal.

 

Saat harga tengah trending dengan kuat (contoh uptrend), jadi pada time frame yang lebih rendah tanda stochastic oscillator juga akan tunjukkan kondisi overbought, serta itu yaitu tanda yang salah (false signal).

 

Bila Anda entry sell peluang dapat fatal karena uptrend tengah kuat. Sesaat uptrend masih tetap kuat, baiknya Anda menanti stochastic oscillator pada time frame yang lebih rendah tunjukkan kondisi oversold jadi tanda buy. Dalam hal semacam ini tanda stochastic oscillator tunjukkan momentum yang pas untuk entry.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses