Beranda pendidikan forex Trader Sukses Buge Satrio Melakukan eksperimen

Trader Sukses Buge Satrio Melakukan eksperimen

1334
0

Buge Satrio yaitu seseorang analis teknikal serta fundamental sekaligus juga Full Time Trader Indonesia. Berhimpun dengan Seputarforex mulai sejak tahun 2014.

 

Alumni jurusan IT dari suatu Kampus Swasta di Jakarta itu mantap untuk pensiun awal dari pekerjaannya di suatu perusahaan tehnologi. Cerita panjang serta cara-caranya jadi trader forex Full Time bakal di jabarkan dalam artikel itu.

 

Buge Satrio mengetahui forex mulai sejak pertengahan tahun 2003. Saat ini, trading tetap memakai basis MetaTrader 3 serta koneksi internet belumlah selancar saat ini.

 

Buge yang baru lulus kuliah serta bekerja di suatu perusahaan media bikin itu mengawali karier forex dengan pelajari beragam tanda teknikal. serta konsentrasi pada analisa teknikal saja. Ia baru berani lakukan deposit pertama kalinya pada tahun 2005. Akhirnya? semakin banyak alami Margin Call MC daripada withdrawal.

 

Analisis Fundamental Tidak Kalah Utama

 

Pada tahun 2008, berlangsung krisis Subprime Mortgage AS yang lalu menyebabkan krisis finansial global. Momen berikut yang buka wacana baru untuk Buge Satrio, lantaran kemudian ia rajin pelajari beragam hal yang berbau fundamental dengan membaca banyak artikel berbahasa Inggris dengan cara online.

 

Dari situ juga ia pada akhirnya membiasakan diri untuk menulis analisis teknikal yang di dukung dengan analisis fundamental.

 

Full Time Trader Indonesia itu menuturkan,  Siklus gerakan harga periode menengah sampai periode panjang suatu pasangan mata uang banyak ditetapkan oleh ketidaksamaan kebijakan moneter bank sentral di samping data inflasi, jobs data, serta data ekonomi utama yang lain. 

 

Oleh karena tersebut, analis itu mengutamakan utamanya mengerti kebijakan moneter satu negara, walau sekedar hanya tahu suku bunganya bakal dinaikkan hawkish atau di turunkan dovish.

 

Sepanjang 2008 sampai 2013, Buge lakukan sebagian uji coba dengan account demo. Maksudnya supaya memperoleh trading model senyaman mungkin saja dengan resiko yang sekecil mungkin saja. Hasil dari uji coba ini ada tiga :

 

  1. Manajemen Resiko Ala Buge

 

Lewat eksperimennya, Buge mengerti kalau resiko dan sasaran yang tidak agresif malah memberi keuntungan cukup berkelanjutan. Akhirnya, ia tambah nyaman dengan sasaran mingguan cuma 2% serta sasaran bulanan 4%.

 

Jadi, bila dalam 3 minggu telah bisa sampai atau melewati sasaran 4 %, jadi ia lebih sukai jadi pemirsa saja hingga akhir bulan. Dapat dengan juga cukup buka account Cent untuk sebatas menguji level dukungan serta resistance.

 

Resiko yang ia gunakan juga kecil. Tak kian lebih 1 % pada keseluruhan Equity pada satu atau sebagian open tempat perdagangan Intraday.

 

Bila saya konsentrasi pada dua pair di hari yang sama, contohnya EUR/USD serta GBP/USD, jadi 1 % itu saya untuk dua, hingga semasing jadi 1/2 %,  urai Buge.

 

Ketentuan ini juga terkadang sangatlah bergantung pada Trading Rencana serta keadaan teknikal, hingga dalam prakteknya, Full Time Trader Indonesia itu seringkali memakai seperlima sampai tiga perempat % saja, serta tak sempat kian lebih 2 pair dalam sehari transaksi Intraday.

 

 

  1. Keajaiban Price Action Serta Tanda Ichimoku Kinko Hyo

 

 

Dari hasil uji coba, Buge dapat juga menyimpulkan kalau price action yang membuat candle pattern terpenting chart H1 disebabkan reaksi market pada data atau news utama, kerapkali tambah lebih cepat mengindikasi arah gerakan harga daripada tanda teknikal manapun.

 

Selain itu, tanda Ichimoku Kinko Hyo dirasanya sangatlah menarik, hingga kerap digunakan dalam membuat analisis forex sekarang ini. Selanjutnya, bakal ada sedikit penjelasan sendiri dari Buge Satrio perihal sisi dari Tanda Ichiimoku, Kijun Sen.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses