GBP/USD pernah turun dekati 1.2645 tetapi saat ini naik lagi dekati pucuk dari tenggang perdagangan harian menmendekati 1.2730.
Peningtegasn kira-kira 80 pips ini dikarenakan timbulnya beberapa konsumen yang beli pada harga saat turun secara analisa tehnikal.
Pengurangan GBP/USD sebelumnya dikarenakan beberapa faktor.
Kemelut AS vs Cina yang baru yang berkaitan dengan penutupan konsulat Beijing di Houston, dengan AS mendakwa Cina mengambil intellectual properti IP, mendesak sentimen pada pasar serta membuat ketertarikan pada risiko trading roboh.
Cina melihat gerakan AS ini untuk eskalasi yang tidak pernah berlangsung sebelumnya dalam kemelut AS dengan Cina. Ini membuat dolar AS yang safe-haven terus mengmengalami peningtegasn.
Sedangkan ada pula kemelut di antara Cina dengan Inggris sesudah Inggris menggagalkan persetujuan ekstradisi dengan Hong Kong. Cina janji akan membalas sekaligus juga untuk tanggapan atas Kebijakan Inggris untuk tidak memakai teknologi Huawei.
Desakan menurun untuk Poundsterling sebelumnya ada dari kabar Daily Telegraph media outlet Inggris yang menjelaskan jika PM Johnson sedang memperhitungkan tinggalkan perbincangan Brexit. Desas-desus di atas pernah memberatkan pasar saham serta menggerakkan naik dolar AS.
Tetapi setelah itu timbulnya beberapa konsumen yang beli pada harga di bawah yang lebih tehnikal yang membuat GBP/USD kembali naik keatas 1.27.
Walau yang lebih esensial ke arah turun, yang lebih teknikal hari ini GBP/USD tetap bertemu dengan resistance paling dekat yang menunggu di pobidang 1.2746 yang jika berhasil dilalui akan lanjut ke 1.2769 selanjutnya 1.2807.
Sedang dukungan paling dekat menunggu di 1.2669 yang jika berhasil dilalui akan lanjut ke 1.2646 dan 1.2607.






