Akhir-akhir ini permasalahan broker yang diserang hack semakin bertambah banyak. Bukan hanya broker kawakan asal Amerika Perkumpulan, FXCM, serangan hacker rupanya merambah ke OANDA.
Apa efek kejadian hacking untuk akun kita? Dan apapun yang bisa kita lakukan jika akun kita diserang hack?
Untuk pertanyaan pertama, kita bisa belajar selekasnya dari permasalahan hacking yang menerpa FXCM sekian waktu paling akhir.
Broker asal AS itu di tahu memberitahukan pada clientnya tentang ada pembobolan keamanan data yang menyertakan akses ilegal pada beberapa informasi klien.

Hal seperti ini di tahu telah mengakibatkan berlangsungnya beberapa transfer dana tidak resmi dari rekening klien jadi korban.
Untungnya, FXCM dapat mengambil langkah cepat dengan kembalikan dana ke beberapa akun yang terpengaruh, serta bikin halaman FAQ istimewa mengenai kejadian itu.
Beda FXCM, beda OANDA. Awal bulan Oktober ini, beberapa klien di broker itu tidak dapat tersambung akun mereka sekalinya selama berjam-jam.
Permasalahan yang awalannya diklaim jadi masalah teknis dan hanya ialah permasalahan pada jaringan internal ini kenyataannya berjalan pada saat yang hampir bersamaan dengan malfungsi di bursa New York NYSE dan Moscow Exchange.

Runtutan permasalahan yang berjalan pada periode yang bersisihan ini tentu tidak kebetulan semata-mata. Dapat disebutkan, hacker tengah giat berlaga menyerang sistem keamanan broker dan bisa jadi, akun Anda akan jadi arah seterusnya.
Bukankah Broker Sudah Memiliki Sistem Penyelamatan Sendiri?
Mengingat potensi broker jadi faksi yang menaruh dana dan data pribadi klien, pastinya keamanan dan kerahasiaan klien yakni sisi yang perlu diutamakan kualitasnya.
Perusahaan broker umumnya sudah mengaplikasikan beberapa fitur detil untuk menghindar akses-akses nakal yg tidak terotorisasi. Regulator memiliki peranan dalam mengamati kekuatan serangan cyber.
Oleh karenanya, tidak bingung jika sistem peraturan dan penyelamatan broker kadang jadi salah satu elemen paling penting untuk diakui waktu pilih broker.
Walaupun begitu, sebagus apapun sistem perlindungan yang terpasang, tetap ada kesempatan broker untuk diserang serangan hacker.

Sistem keamanan di bank-bank dan lembaga finansial saja tetap rawan terserang Trojans atau RATS.
Hal seperti ini dikonfirmasikan oleh Uri Rivner, Wakil Presiden bagian Business Development and Cyber Strategy di BioCatch, satu perusahaan yang menangani menahan cyberfraud.
Malware seperti Trojans bisa gantikan browser Anda dan bekerja dengan diam-diam. Tanpa Anda sadari, virus itu masuk pada halaman anggota ruangan, mereplika halaman login Anda, dan menjadikan satu data ID serta password Anda.
Kecuali malware, serangan cybersecurity dapat hadir dari DDoS yang bisa membuat lancar permasalahan pada server dan beri kesempatan hacker untuk menjebol database atau menonaktifkan beberapa fitur keamanan.
Menanggapi fakta ini, Ron Finberg dari Finance Magnates memerhatikan jika beberapa serangan hacking yang makin ramai semakin mempersulit potensi beberapa profesional IT untuk mengurus dan jaga keamanan data pada sistem jaringan teknologi trading yang makin hari makin maju saja.
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa broker sudah naikkan fitur keamanannya dengan mengimplementasikan proses autentikasi 2 arah atau penelusuran IP untuk memantau akses-akses login yang terlihat meresahkan.
Tapi kelihatannya, langkah penyelamatan dari broker saja kurang. Tidak ada salahnya jika Anda pun ikut amankan diri dengan mereset password dengan periodic.






