Beranda pendidikan forex Tips Menambah Profit Menggunakan Setrategi Piramida

Tips Menambah Profit Menggunakan Setrategi Piramida

1336
0

Sejak pertengahan tahun 2014 yang lalu, gerakan sebagian pasangan mata uang paling utama tunjukkan tren yang kuat. Untuk beberapa trader yang sudah memiliki pengalaman kondisi itu yaitu peluang untuk mendulang profit sebanyak mungkin, diantaranya dengan mengaplikasikan setrategi trading yang diberi nama Piramida.

 

Artikel ini akan membahas apakah itu setrategi Piramida serta bagaimana caranya mengerjakannya, komplit dengan contoh yang riil.

b Tips Menambah Profit Menggunakan Setrategi Piramida

Setrategi Piramida yaitu setrategi trading yang agresif serta punya potensi tingkatkan profit sampai dua atau 3x untuk keadaan pasar yang tengah trending dengan kuat, tetapi akan begitu memiliki resiko bila tren berbalik arah. Setrategi Piramida dikerjakan dengan menaikkan tempat trading dengan ukuran lot yang sama bila diprediksikan tren masih tetap bergerak sesuai dengan arahnya.

 

Bila Anda prediksikan tren masih tetap searah, jadi perkiraan Anda mesti benar, serta bila perkiraan Anda meleset jadi kekeliruannya mesti minimum. Keberhasilan menggunakan setrategi ini seutuhnya bergantung pada pengendalian kemungkinan, terlebih saat tren berbalik arah.

 

Pada illustrasi diatas, dicontohkan pasar yang tengah uptrend dengan kuat. Sebelumnya entry, yakinkan terlebih dulu kalau gerakan harga memanglah tengah uptrend kuat, dengan melihat terjadinya level-level higher high (level high saat ini yang lebih tinggi dari high sebelumnya) serta level-level higher low (level low saat ini yang lebih tinggi dari low sebelumnya).

c Tips Menambah Profit Menggunakan Setrategi Piramida

Diluar itu, koreksi (retracement) yang berlangsung tidaklah sampai melampaui harga awal waktu mulai naik (sesuai dengan teori gelombang Elliot), baiknya sekitar 50% Fibonacci Retracement.

 

Untuk ketahui kemampuan tren, dapat digunakan tanda Average Directional Index (ADX). Untuk tren yang kuat umumnya ADX minimum 25.

 

Bila kondisi pasar sudah sesuai dengan persyaratan tren yang tengah kuat, jadi entry buy dapat dikerjakan sesudah koreksi usai (level A, B, C), serta gerakan harga mulai berbalik arah. Untuk ketahui selesainya koreksi, dapat digunakan tanda momentum seumpama RSI, stochactic atau yang beda, dan formasi price action dari candlestick. Sebelumnya meyakinkan akan entry untuk order selanjutnya, yakinkan harga sudah melampaui level teratas sebelumnya terjadinya koreksi (break high).

 

Keberhasilan setrategi ini ditetapkan oleh besarnya risk/reward ratio, yakni minimum 1 : 2. Dalam soal ini bermakna besarnya kemungkinan yang diputuskan tidak lebih dari setengah dari besarnya profit yang diinginkan. Jadi, bila kemungkinan R (risk) = 1 jadi sasaran profit (reward) = 2R. Pada gambar illustrasi diatas dicontohkan akun trading sebesar USD 20, 000, trading pada GBP/USD, dengan kemungkinan 2% setiap saat entry untuk Stop Loss 100 pip (ditetapkan terlebih dulu).

 

Kemungkinan 2% = USD 20, 000 x 2% = USD 400, hingga ukuran lot atau position size untuk trade itu yaitu USD 400/100 pip = USD 4 per pip.

 

Untuk mini lot GBP/USD, nilai per pip (pip value) = USD 1, hingga ukuran per pip = USD 4 itu yaitu untuk 4 mini lot, atau nilai kontraknya 40, 000 unit. Sesaat Stop Loss untuk tiap-tiap tempat 100 pip, sasaran profitnya beragam.

 

Buka tempat buy sesudah ada tanda selesainya koreksi (A), sebesar 4 mini lot atau 40, 000 unit (2% kemungkinan), dengan Stop Loss 100 pip. Buka tempat buy sesudah ada tanda selesainya koreksi (B), sebesar 4 mini lot atau 40, 000 unit (2% kemungkinan), dengan Stop Loss 100 pip serta Stop Loss tempat A dipindahkan ke level yang sama juga dengan level Stop Loss tempat B.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses