Theresa May ada di Belgia, hari Kamis 07/02, untuk satu misi terpenting. Dia akan meminta beberapa pemimpin Uni Eropa UE merubah persetujuan pembelahan Brexit yang dinegosiasikan tahun kemarin untuk mendapatkan kesepakatan Parlemen Inggris.
May langsung datang di kantor Uni Eropa, jabat tangan dengan Jean-Claude Juncker tidak bisa sembunyikan ketegangan May yang cuma tersisa 50 hari sebelum Inggris bisa tinggalkan UE.
Pertemuan ini ada tidak lama sesudah Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyebutkan frasa tempat spesial di neraka. Satu frasa yang memetik hujatan dari beberapa orang di Inggris.
Beberapa pemimpin UE sudah berkali-kali menjelaskan jika mustahil akan merubah persetujuan terpenting yang terkait dengan perbatasan pada Inggris dengan Irlandia ataupun Irlandia Utara.
May akan kembali pada parlemen minggu kedepan untuk debat tentang negosiasi Brexit. Namun pengambilan suara untuk menyepakati persetujuan Brexit peluang akan dilangsungkan di akhir bulan ini.
Baik Partai Konservatif yang memberi dukungan May ataupun oposisi penting Partai Buruh dengan sah memiliki komitmen untuk melakukan Brexit menyusul Referendum 2016. Tapi kedua pihak terpecah dengan internal mengenai penerapan Brexit.
Dalam satu surat untuk May yang launching pada Rabu, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengambil keputusan lima prasyarat sebelum Partai Buruh memberi dukungan persetujuan itu. Hal tersebut termasuk juga serikat pabean permanen serta mendalam.
Corbyn pun menuntut jalinan yang erat dengan pasar tunggal UE, kesepakatan yang tidak ambigu mengenai penyusunan keamanan hari esok, serta prinsip pada keterlibatan Inggris dalam lembaga-lembaga UE serta program permodalan.
Sebelum datang di Brussels untuk bicara dengan beberapa pemimpin UE, May mengaku jika pekerjaannya akan tidak gampang.
Ia akan memberitahu Juncker, Tusk serta anggota parlemen Eropa Antonio Tajani jika ia ingin kerja selekasnya untuk mengamankan pergantian pada persetujuan yang diraih pada bulan November kemarin.
Dia mengaku jika kesepakatan itu ialah dari hasil banyak usaha keras serta dinegosiasikan dengan iktikad baik, May akan memberitahu beberapa pemimpin parlemen yang sudah kirim pesan tegas jika pergantian dibutuhkan, demikian laporan Kantor PM Inggris.






