Mata uang Poundsterling melejit sebesar 1 % ke 1.3217 pada Dolar AS pada pertengahan session Eropa hari Selasa ini 26/2, berkenaan dengan dua perubahan baru berkaitan Brexit. Sterling pun kuat cepat vs Euro serta Yen, dengan tempat GBP/JPY naik 0.75 % ke posisi 146.50 serta EUR/GBP turun 0.85 % ke posisi 0.8596.
Ada dua moment sebagai penggerak penting Poundsterling ini hari. Pertama, pimpinan partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan himbauan sah supaya diselenggarakan referendum Brexit ke-2. Seperti didapati, partai Buruh adalah partai paling besar ke-2 sesudah partai Konservatif di Inggris, hingga himbauan itu mewakili satu prinsip politik terpenting.
Ke-2, Perdana Menteri Theresa May dilaporkan tengah memperhitungkan untuk tunda deadline Brexit, bila hasil negosiasinya dengan Uni Eropa tidak diterima kembali oleh Parlemen Inggris.
Ke-2 moment itu memberikan indikasi jika skenario terburuk Hard Brexit atau bahkan juga No-Deal Brexit akan dijauhi oleh Inggris. Karena itu, investor serta trader yang terasa lega mulai ramai-ramai beli Sterling, mendekati penyampaian laporan sah oleh PM Theresa May di depan Parlemen Inggris malam hari ini.
Di hari Senin, Gubernur Bank of England, Mark Carney kembali lagi mengemukakan periingatan tentang besarnya resiko yang akan muncul bila Inggris keluar dari Uni Eropa tiada satu persetujuan spesifik.
Beberapa instansi dunia seperti International Monetary Fund IMF pun pernah melaunching peringatan sama berkaitan intimidasi No-Deal Brexit pada perekonomian Inggris serta lokasi sekelilingnya. Bila skenario terburuk itu bisa dijauhi, jadi prospek ekonomi Inggris diekspektasikan semakin lebih cerah.
Selain itu, Dolar AS malah terjerat dalam ruang riskan mendekati testimoni Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di hadapat Kongres kelak malam.
Beberapa spekulasi tersebar tentang komentar apa yang akan dikatakan oleh Powell. Perhatian pasar tidak cuma terlalu fokus pada masalah gagasan kenaikan suku bunga Fed, tetapi pun program pemangkasan neraca yang akhir-akhir ini jadi rumor panas.
Pasar akan mencari tanda jika Fed masih nyaman dengan keadaan kebijaksanaan sekarang ini, kata Steven Dooley, ahli taktik mata uang di Western Union Business Solutions, Pasar pun ingin dengarkan perincian mengenai kapan akhir dari program pengurangan neraca Fed.






