Beranda Analisa Forex Tertekannya Kondisi Industri Perbankan Jepang

Tertekannya Kondisi Industri Perbankan Jepang

465
0

S&P Global Ratings mengingatkan, bank-bank regional Jepang akan alami penurunan laba operasi pokok sebesar 21% bila bank sentra perdalam kebijaksanaan suku bunga negatif.

Dalam kata lain, S&P mengingatkan kekuatan bertambahnya bahaya dari program stimulus yang telah masif.

S&P menyontohkan dalam laporan terbarunya, pemotongan suku bunga referensi sebesar 0,1% point dalam sasaran kebijaksanaan periode pendek BOJ akan kurangi laba operasional pokok dari bank komersial sebesar 6%.

Bank-bank regional akan alami sakit kepala kronis bila bank sentra negara itu memotong suku bunga selanjutnya.

Serta bank regional akan terpukul paling kronis, tuturnya seperti yang dikutip Reuters.

Peringatan itu ada mendekati pantauan tingkat suku bunga BOJ yang selesai di hari Kamis. Market meramalkan, BOJ akan menjaga kebijaksanaannya.

Meskipun begitu, BOJ mengutamakan kesiapannya untuk meningkatkan stimulus bila efek luar negeri meneror pemulihan ekonomi Jepang yang ringkih.

Bank-bank regional benar-benar rawan pada pukulan dari tingkat suku bunga negatif yang lebih dalam sebab keuntungan mereka lebih tergantung pada hutang domestik dibanding rekan-rekan mereka yang semakin besar, tutur S&P.

Berdasar data untuk tahun fiskal yang selesai pada Maret, 10 dari 64 bank regional Jepang sudah kehilangan uang dalam usaha hutang mereka, kata laporan itu.

S&P menguraikan, pemotongan selanjutnya berkaitan tingkat suku bunga negatif akan mengangkat jumlahnya bank regional yang terpukul jadi 56 bank, atau 88% dari keseluruhan bank regional.

Dibawah kebijaksanaan yang dipanggil kontrol kurva hasil YCC, BOJ memandu suku bunga periode pendek di posisi -0,1% serta obligasi pemerintah 10-tahun mempunyai coupon seputar 0% untuk menolong bank sentra sampai sasaran inflasi sebesar 2%.

Sasaran itu selama ini dapat dibuktikan susah terwujud. Keadaan ini menyebabkan pertaruhan jika BOJ harus tingkatkan stimulus atau turunkan sasarannya.

Awalnya, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda sudah menyaratkan jika meneruskan kebijaksanaan suku bunga negatif bisa menjadi salah satunya pilihan penting bila BOJ ingin lakukan pelonggaran.

Namun, banyak masukan yang dilemparkan atas gagasan itu. Faktanya, dengan memotong suku bunga kelanjutan, hal tersebut makin banyak efek negatif daripada positifnya.

Di lain sisi, kebijaksanaan itu memukul keuntungan bank komersial serta menahan mereka untuk tingkatkan hutang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses