Beranda Analisa Forex Tergelincirnya Dolar Australia dan Kiwi Jelang Laporan Ekonomi

Tergelincirnya Dolar Australia dan Kiwi Jelang Laporan Ekonomi

512
0

Pasangan antipodean yang sebelum menjadi pasangan terkuat harus rontok memaski perdagangan awal minggu ini 14/10.

AUD/USD ambruk seputar 0.5 % ke posisi 0.6763, sedang NZD/USD roboh lebih dari 0.7 % ke posisi 0.6288.

Ketertarikan efek yang umumnya menyokong ke-2 mata uang ini menghilang, sebab kesangsian pasar pada prospek ditandatanganinya persetujuan dagang di antara AS serta China.

Di lain sisi, beberapa laporan ekonomi Australia serta New Zealand yang akan dikeluarkan esok di kuatirkan menyedihkan.

Esok pagi, instansi statistik New Zealand akan meluncurkan laporan inflasi kuartalan untuk periode Juli sampai September, sedang bank sentra Australia RBA mengagendakan publikasi notulen rapat paling akhir mereka.

Ke-2 laporan penting itu peluang tunjukkan keadaan ekonomi internal ke-2 negara yang kurang memberi kepuasan.’

Saya anggap pasar mengambil tempat untuk launching beberapa laporan ekonomi hari Rabu.

Laporan CPI New Zealand peluang ada disamping yang lemah, papar Martin Rudings.

Diluar itu, dia memberikan tambahan, Pasar memprediksi RBA akan menjauh dari pemotongan suku bunga.

Beberapa ekonom memprediksi CPI New Zealand naik 0.6 % dalam kuartal ke-3 tahun ini, hingga pergerakan inflasi tahunan turun dari 1.7 % jadi 1.4 %.

Walau sebenarnya, RBNZ sudah membidik pergerakan inflasi tahunan 2 %.

Sesuai dengan prediksi itu, realisasi data inflasi esok peluang memberi dukungan prospek pemotongan suku bunga New Zealand pada bulan November akan datang.

Selain itu, aktor pasar barusan terima laporan neraca perdagangan yang menyedihkan dari China, salah satunya negara tujuan export penting Australia serta New Zealand.

Meskipun neraca dagang China keseluruhannya masih surplus pada bulan September 2019, tapi export turun 3.2 % serta import ambruk 8.5 %.

Ini adalah bukti imbas perang dagang yang punya potensi jelek buat lokasi antipodean.

Ditambah lagi, usaha negosiasi AS dengan China baru menghasilkan gagasan persetujuan babak pertama yang belum sah di tandatangani sampai sekarang.

Presiden AS Donald Trump sudah mengungkapkan kegembiraannya pada gagasan persetujuan itu, tapi banyak analis memeringatkan peluang tidak berhasilnya pendatanganan sebab konflik opini dalam usaha penegakan persetujuan itu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses