Poundsterling anjlok sebesar 0.8 % ke 1.3090 pada Dolar AS pada awal session New York hari Kamis 28/3. Pasangan mata uang GBP/JPY roboh sebesar 0.6 % ke posisi 144.90 serta EUR/GBP baik 0.34 % ke posisi 0.8578.
Pelemahan Sterling ini terkait akan diadakannya voting ke-3 kalinya atas draft persetujuan brexit yang diserahkan oleh Theresa May EU Withdrawal Agreement, tanpa kepastian jika draft itu akan mendapatkan kesepakatan sebagian besar anggota parlemen.
Sore hari ini, Andrea Leadsom, pimpinan UK House of Commons, menjelaskan jika pemerintah Inggris akan mengadakan kembali voting ke-3 atas draft persetujuan brexit ini di hari Jumat besok. Dia pula menjelaskan jika treatise itu akan mengalami perubahan bermakna.
Beberapa anggota parlemen Inggris dari partai Konservatif yang anti-Uni Eropa kembali mengatakan akan memberi dukungan draft itu, sesudah menolaknya mentah-mentah dalam 2 kali voting yang sebelumnya.
Tidak hanya sebab timbulnya tanda pengurungan brexit yang tidak mereka kehendaki, ketetapan itu pula dilandasi oleh pengumuman PM Theresa May belakangan ini. Tempo hari, PM May mengatakan bersedia untuk mengundurkan diri, selekasnya sesudah draft persetujuan brexit yang diajukannya itu di setujui.
Meskipun begitu, beberapa anggota Parlemen masih bersikeras menampik draft itu, terutamanya dari perwakilan partai Democratic Unionist Party DUP.
Perlawanan berkepanjangan DUP masih tetap jadi rintangan penting yang lain untuk menggolkan draft persetujuan brexit yang diserahkan PM May.
Dalam kondisi ini, kelihatannya masih tetap susah untuk melepaskan draft kesepakatannya, walau probabilitas kesuksesan bertambah, tegas Fritz Louw, seseorang analis MUFG.
Kami selalu yakini jika hasil terunggul buat Pound dalam periode pendek ialah jika draft persetujuan yang diserahkan PM May itu dengan mengagetkan di setujui oleh Parlemen Inggris.
Jika Parlemen Inggris kembali lagi tidak berhasil sampai satu persetujuan tersendiri dalam moment keesokan hari, jadi Inggris cuma mempunyai waktu sampai tanggal 12 April yang akan datang untuk akan memutuskan langkah setelah itu.
Pilihannya pada apa Inggris akan pilih keluar dari Uni Eropa tanpa ada persetujuan apa pun, atau tunda brexit sampai satu waktu yang belum dipastikan. Pilihan pertama dapat memunculkan gejolak ekonomi besar di Inggris serta Uni Eropa, sedang pilihan ke-2 diproyeksikan dapat menyebabkan penundaan brexit pada 1 sampai 2 tahun ke depan.






