Beranda Analisa Forex Sterling Naik, Laporan PMI Inggris Melebihi Harapan

Sterling Naik, Laporan PMI Inggris Melebihi Harapan

509
0

Pasangan GBP/USD bergerak naik lebih kurang 0.5 persen ke rekor tertinggi 1.2951 dalam perdagangan sesi Eropa 21/2, menyusul rilis data Purchasing Managers Index PMI yang lebih baik dari pada ekspektasi awal.

Posisi Sterling yang undervalued telah membuka peluang beli relatif menggiurkan. Akan namun, ketidakpastian terkait jadwal negosiasi dagang Inggris-Uni Eropa masih membayangi.

Markit Economics menyatakan bahwa indeks PMI buat sektor manufaktur Inggris semakin tinggi berdasarkan 50.0 menjadi 51.9 dalam bulan Februari 2020, meski sempat dikhawatirkan tutun ke posisi 49.7.

Kenaikan drastis tadi menjaga stabilitas indeks komposit dalam posisi 53.3, meskipun skor buat sektor Jasa melemah sedikit berdasarkan 53.9 sebagai 53.3 pada periode yang sama.

Sesuai keterangan diambil dari IHS Markit, Responden survei mengklaim jika berkurangnya ketidakpastian politik sejak pemilu terus dikonversi menjadi peningkatan aktivitas bisnis dan kesediaan buat para klien buat membelanjakan uang mereka.

Meskipun dalam perkembangan terjadi kemunduran dari puncak 19 bulan yang dicapai dalam bulan Januari, dikarenakan perluasan lintas sektor jasa yang lebih lemah.

Terlepas sesuai keterangan itu, naiknya Pound dikhawatirkan hanya akan terjadi sementara saja karena adanya beberapa faktor bearish.

Pertama, Inggris dan Uni Eropa akan bertemu pada meja perundingan bulan depan pada tengah pertentangan relatif besar mengenai model konvensi perdagangan seperti apa yang akan disusun pasca brexit.

Kedua, kekuatan bullish Dolar AS didorong  sentimen risk-off yang sulit ditangkal oleh Pound

Setidaknya, penjelasan tentang masa depan telah meningkat lagi buat beberapa bulan. Efek Corona akan membalikkan data ekonomi dunia pada jangka pendek, sehingga mempersulit estimasi ekonomi di luar kekhawatiran terhadap virus ini.

Dalam situasi misalnya ini, USD akan terus bergerak naik, istilah Jan von Gerich, pimpinan analis pada Nordea Markets

Pound relatif lebih unggul versus Euro daripada terhadap Dolar AS. Hal ini lantaran perekonomian Euro memiliki eksposur lebih terbesar di China, khususnya terkait rantai pasokan elektronik dan otomotif Jerman.

Perkembangan ekonomi wilayah domestik Zona Euro yang juga jauh lebih ringkih daripada Inggris. Sementara BoE diperkirakan tidak akan mengurangi suku bunga dalam tahun ini, BoE masih memakai rezim suku bunga negatif.

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses