Pasangan GBP/USD bergerak melandai lebih dari 0.20 % ke posisi 1.2855 pada awal session Eropa hari Kamis ini 17/1, sesaat EUR/GBP melompat 0.20 % ke posisi 0.8855 serta GBP/JPY anjlok 0.43 % ke posisi 139.87.
Sekarang ini, aktor pasar menantikan usaha Perdana Menteri Theresa May untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa serta anggota parlemen Inggris untuk membuat persetujuan Brexit baru.
Pada pagi hari barusan, voting atas mosi tidak yakin untuk menggusur Theresa May dari tempat perdana menteri sukses dihentikan. Penurunan resiko disikapi oleh aktor pasar dengan menggerakkan Poundsterling ditutup kuat pada Dolar AS di akhir perdagangan session New York.
Kemenangan buat Nyonya May ini akan mengeliminasi, untuk sesaat, resiko penentuan umum diselenggarakan lebih awal. Karena itu ini meniadakan resiko pergantian pemerintahan dibawah partai Buruh yang disebut oposisi partai Konservatif simpatisan May, tutur Nigel Green dari deVere Grup.
Meskipun begitu, gerakan GBP/USD kembali melandai kembali, sesudah ditempatkan pada resisten teknikal kuat di posisi 1.2900.
Masalahnya aktor pasar masih tetap melawan ketidakpastian masalah langkah apakah yang akan diambil Inggris setelah itu, walau sebagian besar setuju jika deadline Brexit peluang diundur dari 29 Maret sampai pertengahan tahun.
Dua hasil yang sangat mungkin berlangsung dalam pandangan kami masih tetap referendum ke-2 atau satu bentuk persetujuan yang diubah. Referendum ke-2 masih tetap jadi pilihan yang punya potensi sangat positif buat GBP.
Skenario persetujuan yang diamandemen ialah netral atau positif kecil buat GBP. Paling akhir, resiko No Deal Brexit masih tetap ada yang dapat menggerakkan GBP anjlok terbesar, tapi peluangnya masih rendah, tutur Elsa Lignos dari RBC Capital Markets.
Opini sama tentang tingginya kesempatan referendum ke-2 pun dikatakan oleh Richard Falkenhall dari SEB, Satu perihal terlihat jelas -kesepakatan Brexit yang mereka ulas tempo hari itu saat ini telah mati, saya sangsi mereka dapat mengubah dikit serta menyelamatkannya.
Anda lihat saja beberapa pilihan mereka tidak ada suport di parlemen buat No-Deal Brexit, jadi permasalahan ini akan selesai dengan Brexit yang lebih lunak, atau bahkan juga referendum ke-2.






