Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Sterling Menurun, Menguatnya GDP Inggris Memasuki Kuartal I/2019

Sterling Menurun, Menguatnya GDP Inggris Memasuki Kuartal I/2019

682
0

Pasangan mata uang GBP/USD sudah sempat melejit sampai level paling tinggi 1.2734 dalam perdagangan hari 28/6 sesudah launching data GDP Kuartal I/2019 yang sesuai dengan harapan. Tetapi, tempatnya terkoreksi ke rata-rata 1.2700 pada pertengahan session New York.

 

Kenaikan GDP Inggris awal tahun ini dipandang tidak mengubah suramnya prospek ekonomi ke depan jadi imbas dari ketidakpastian brexit yang berkelanjutan.

 

Di pertengahan session Eropa, UK Office for National Statistics ONS memverifikasi jika perkembangan GDP kuartal pertama sampai 1.8 % YoY, sama juga dengan perkiraan yang dikeluarkan pada bulan Mei.

 

Dalam basis kuartalan, GDP bertambah 0.5 %, akselerasi kali pertamanya yang berlangsung saat Tahun Baru dalam lima tahun paling akhir.

 

Kenaikan bidang manufaktur serta layanan melatarbelakangi akselerasi itu, sebab banyak perusahaan hadapi kenaikan pesanan karena usaha penumpukan produk mendekati deadline brexit awal tanggal 29 Maret.

 

Berbelanja customer termasuk juga satu diantara kontributor paling besar. Tetapi, data-data ini direncanakan tidak akan tahan lama.

 

Perhitungan nasional tunjukkan jika rumah tangga warga Inggris pada kuartal pertama tidak terusik oleh peluang No-Deal Brexit di akhir Maret kemarin. Kenaikan 0.6 % QoQ dalam berbelanja riil rumah tangga ialah yang paling besar semenjak kuartal pertama tahun 2017.

 

Tetapi, perkembangan sekuat itu tidak akan berkepanjangan, kata Samuel Tombs, ahli ekonomi AS di Pantheon Economics. Sambungnya, Data penjualan ritel yang lebih baru menyaratkan jika perkembangan berbelanja rumah tangga melambat dengan tajam pada kuartal ke-2.

 

Selain itu, paket data berlainan tentang neraca transaksi berjalan serta neraca perdagangan Inggris yang dikeluarkan oleh ONS tampilkan profile yang menyedihkan. Defisit neraca transaksi berjalan Inggris melebar ke 30 Miliar Pounds pada kuartal pertama, naik dari 23.7 Miliar Pounds pada periode awalnya.

 

Penambahan defisit transaksi berjalan itu khususnya sebab bertambahnya defisit perdagangan. Tetapi, ini terutamanya disebabkan oleh besarnya import barisan bermacam barang, khususnya emas bullion, yang beberapa kemungkinan besar akan alami penurunan pada kuartal ke-2.

 

Ini dapat juga jadi sebagiannya sebab kegiatan import yang dimajukan sebelum brexit, kata Andrew Wishart dari Capital Economics.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses