
Pound Inggris mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam dua bulan terhadap dolar AS pada hari Kamis. Hal ini terjadi karena adanya dukungan dari data ekonomi Inggris yang lebih baik dari prediksi pasangan mata uang GBP/USD mencapai titik tertinggi di level 1,2530 selama sesi perdagangan hari ini. Namun, catatan positif ini kemudian menetap di level 1,2530.
Munculnya reli ini tentu terjadi karena adanya dukungan rilis laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa dan Gabungan Inggris yang optimis untuk bulan November. Di mana keduanya mampu melebihi prediksi pasar dengan pembacaan masing-masing sebesar 50,5 dan 50,1. Selain itu, PMI Manufaktur memberikan gambaran ketahanan, yakni mengalami kenaikan ke 46,7 di tengah situasi perdagangan yang lebih tenang karena libur Thanksgiving di AS.
Kenaikan Sterling ke Level Tertinggi Dalam Dua Bulan
Untuk edisi hari ini, sterling melanjutkan tren baiknya dengan mengalami kenaikan terhadap dolar menyusul munculnya laporan PMI yang bagus. Akan tetapi, hal ini menghadapi hambatan karena Kepercayaan Konsumen GfK di Inggris yang mengalami penurunan lebih dari yang diperkirakan menjadi -24,0 di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pernyataan Gubernur Bank of England tentang suku bunga tinggi yang berkelanjutan dengan menunjukkan adanya tekanan resesi.
Yang jelas hal ini terjadi walaupun inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) baru-baru ini mengalami penurunan menjadi 4,6 persen. Berbeda dengan kinerja yang ditunjukkan oleh pound, Indeks Dolar AS (DXY) mengalami kenaikan yang didukung oleh lonjakan yang terjadi di imbal hasil Treasury AS, dengan obligasi acuan bertenor 10 tahun mencapai 4,46 persen.
Kemudian, sentimen pasar dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa mungkin tidak ada lagi kenaikan suku bunga lebih lanjut yang dilakukan The Fed. Ini karena investor masih menantikan penurunan PMI Jasa Global dan Manufaktur S&P AS yang akan datang untuk bisa memperoleh gambaran terkait kondisi ekonomi lebih lanjut.





