Stephen Innes, nama itu sering kali didapati dalam kolom berita forex ataupun analisa forex di media-media finansial terkenal seperti Bloomberg, CNBC, Reuters, New York Times, WSJ, serta the Economist. Analisa fundamental ataupun opini Stephen Innes yang gawat serta akurat, kerapkali diambil untuk menyikapi suatu kenyataan spesifik yang terkait dengan gerakan mata uang.
Sayangnya, walau analisisnya diperhitungkan oleh media-media besar, belum banyak trader forex yang mengetahui sosok Stephen Innes dengan cara mendalam.
Profil Stephen Innes Sang Analis Fundamental
Stephen Innes yaitu seseorang analis fundamental serta ahli pasar finansial yang sudah memiliki pengalaman sepanjang kian lebih 25 tahun. Sekarang ini, beliau menjabat sebagai trader senior serta Head of Trading Asia Pacific di broker OANDA untuk lokasi Singapura. Konsentrasi Stephen Innes terdapat pada pasar Asia.
Ia mencermati gerakan mata uang negara-negara G-10 serta ASEAN. Tetapi saat sebelum berhimpun dengan OANDA, pria kelahiran Glasgow Skotlandia itu pernah bekerja untuk organisasi serta yayasan finansial seperti Nat West, Chemical Bank, Garvin Guy Butler, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
Tidak cuma dalam lingkup forex saja, Innes juga memiliki pengalaman trading di pasar spot, Forward FX, Interest Rate Futures, Pasar Keuangan Derivatif, serta Logam Mulia. Terkecuali menulis, Stephen Innes tidak tidak sering tampak untuk isi acara talkshow dalam siaran tv internasional seperti Bloomberg TV & Radio, BBC International, Sky TV, Channel News Asia, ASTRO AWANI, juga BFM Malaysia.
Stephen Innes waktu diwawancarai Bloomberg
Analis fundamental itu demikian menyukai profesinya sebagai trader. Sarjana Ekonomi dari University of Western Ontario itu memulai harinya seputar jam 04. 30 pagi serta segera mencermati bagaimanakah gerakan pasar Eropa serta Amerika serikat dalam semalam.
Meski sekian, seperti trader biasanya, Innes kerap mesti bergadang semalaman jika keadaan pasar tengah sangatlah susah diperkirakan. Ia tidak pernah ketinggal up-date berita paling baru dari semua dunia, sekurang-kurangnya perihal berita serta launching data utama yang merubah pasar keuangan.
Terkecuali bergadang, Innes mengakui senantiasa memulai tradingnya lebih awal saat sebelum pembukaan session. Dolar Australia adalah satu diantara mata uang mayor di lokasi Asia Pasifik, hingga saya lebih sukai untuk mengawali trading lebih awal saat sebelum pasar buka gerainya, kata analis fundamental yang selalu mengawasi level-level closing pada mata uang-mata uang mayor itu.
Saya juga memantau pasar-pasar lain seperti obligasi serta komoditas, untuk tahu adakah gerakan besar yang bisa beresiko pada pasar forex, lebih Stephen Innes.
Konsentrasi Paling utama Di Analisa Fundamental Serta Berita
Di zaman tehnologi mutakhir serta tingginya frekwensi trading seperti saat ini, Innes berupaya selalu untuk sensitif pada satu kenyataan di pasar. Analisa fundamental serta pandangan mendalam perihal pasar yang dipunyainya mendukung kepekaan itu. Latihan serta pengalaman sepanjang beberapa puluh tahun sudah mengasah intuisinya dalam mengerti pasar dan gerakannya.
Konsentrasi paling utama saya yaitu analisa fundamental, serta seluruhnya ini untuk saya yaitu perihal berita, kata Innes, sambil tunjukkan bahwa tab yang bakal senantiasa tampak dalam monitor komputernya yaitu tab perihal gerakan harga serta streaming berita terbaru.
Pernah Jadi Trader Gaptek
Waktu trading elektronik belum zamannya, Innes memulai karier tradingnya sebagai seseorang propertiary trader terutama di bidang perdagangan Futures Contract. Waktu ini, ia masih tetap bertempat di Kanada. Innes baru geser ke trading dengan computer pada tahun 2005, tepatnya waktu ia mengerti bahwa bank-bank Kanada sedikit ketinggal zaman dalam soal trading forex on-line. Analis fundamental itu juga pernah rasakan jadi trader yang gagap teknolgi dengan kata lain gaptek.







