Siapa sih yang tak kenal dengan Starbucks? Starbucks merupakan salah satu perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Sebuah kedai kopi yang pertama kali dibangun di Seattle, USA. Starbucks dikenal sebagai tempat bersantai dan tempat untuk bersosialisasi bagi masyarakat urban Amerika Serikat. Namun, untuk sekarang cabang kedai kopi AS ini sudah menyebar hampir di seluruh dunia.
Dan akhir-akhir ini ada sebuah kabar sangat mengejutkan yang datang dari perusahaan Starbucks. Yakni Starbucks meningkatkan gaji dan tunjangan bagi sebagian besar pekerja per jamnya di AS. Ini dilakukannya setelah mengakhiri tahun fiskalnya dengan rekor penjualan.
Starbucks Naikkan Upah dan Menambahkan Tunjangan Lain
Akan tetapi, perusahaan tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa para pekerja yang tergabung pada serikat pekerja tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan beberapa tawaran tersebut. Sebuah tanda berlanjutnya ketegangan diantara raksasa kopi Seattle dan serikat pekerja yang berusaha untuk mengatur toko-tokonya di Amerika Serikat.
Jadi ada kurang lebih 366 toko Starbucks di AS sudah memilih untuk membentuk serikat pekerja sejak tahun 2021 lalu, menurut laporan Dewan Hubungan Perburuhan Nasional. Akan tetapi, Starbucks dan Serikat Pekerja belum mencapai kesepakatan kerja pada salah satu toko tersebut. Starbucks memiliki 9.600 toko yang dikelola oleh perusahaan di AS.
Bahkan Starbucks melaporkan hari Senin bahwa mereka akan mengambil keputusan untuk menaikkan upah yang sekarang ini rata-rata $17,50 per jam mulai 1 Januari. Yang jelas semua karyawan di toko serikat pekerja dan non-serikat pekerja yang sudah bekerja selama empat tahun atau kurang. Ini nanti akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 3 persen atau 4 persen tergantung pada masa kerja.







