Deutsche Bank

Bank yang sudah lewat dua perang dunia, tiga waktu stres keuangan dunia dan bisa bertahan waktu pemisahan Jerman ini dapat menempati tempat bank terbesar ke-2 di dunia waktu masuk millenium baru.
Pada tahun 2009, Deutsche Bank bahkan merajai tempat foreign exchange dealer dengan kuasai kurang lebih 21 persen market sharing.
Searah dengan makin kompetitifnya dunia service keuangan dan semakin mengembangnya jaman, sekarang prestasi itu makin turun.
Dikabarkan bank itu bahkan harus merelakan diri alami kerugian sepanjang tahun 2015 kemarin beberapa 6 milyar Euro. Tetapi walau begitu, bank itu tetaplah saja tetap bekerja di 70 negara.
BofA Merrill Lynch

Lembaga ini bernama Bank of America saja awalnya selanjutnya pada 2009 mengakuisisi satu lembaga keuangan besar lainnya, yaitu Merrill Lynch.
Penyatuan ke-2 lembaga raksasa itu dikabarkan tidak semulus yang diharapkan. Penurunan nilai saham lebih dari tujuh puluh persen pun tidak terelakkan.
Masa keemasan bank investasi ini baru dibuktikan dengan pencapaian hasil mempesona di industri keuangan dengan sempat mencatatkan penerimaan terbesar ke-2 di dunia pada tahun 2011.
Barclays

Nama besar bank investasi dari Inggris ini tidak lepas dari waktu sulit. Salah nya adalah sebab tidak bisa kembalikan utang dari bank beda yang butuh dilunasi pada sebuah hari beberapa 3. 2 milyar dolar AS.
Bank jadi salah satu market maker di industri forex ini kenyataannya juga sempat terserang denda dari otoritas pengawas keuangan di New York beberapa 635 juta dolar AS.
Masalahnya Barclays diketahui menggunakan algoritma istimewa di dalam sistem trading elektroniknya yang pada intinya menghambat atau meredam order dari penggunanya bila order itu punyai kekuatan bikin rugi faksi bank.
Goldman Sachs

Bank investasi besar di AS yang mempekerjakan 36. 500 orang ini memiliki asset 861 miliar dolar AS, walau tidak sempat lepas dari kontroversi.
Semenjak berdiri tahun 1869, bank ini sering kerjakan beberapa aksi yang berbuntut bikin rugi clientnya. Julukan bank paling dibenci di semua dunia sempat juga disematkan padanya.
Diantaranya pada tahun 1929, bank ini sempat bikin satu sistem dengan basic pola piramid yang disamarkan jadi mutual fund. Pola itu sukses bikin kerugian untuk beberapa klien sebesar 300 juta dolar AS.
Lalu di tahun 1970an, Goldman Sachs ikut kembali dalam kecurangan pembiayaan pada satu industri yang sudah gulung tikar.
Belum berlalu momen itu, bank ini kembali bikin kejutan dengan jual product deposito yang selanjutnya beberapa customer deposito ini tidak memperoleh pada akhirnya sebab nilai klaim yang seharusnya dibayarkan pada beberapa customer lebih dari nilai dari bank itu.
Waktu datang kritis keuangan di tahun 2008, Goldman Sachs terpaksa sekali harus pinjam dana talangan dari bank sentra AS sebesar 782 milyar dolar AS untuk selamatkan keberadaannya.





