Analisis Dolar AS pada saat Launching laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat pada hari Jumat kemarin 5/Oktober dengan informasi baru yang mengagetkan buat pelaku pasar, sebab laporan aktual NFP jauh dari harapan awal.
Bureau of Labor Statistics memberikan laporan jika NFP turun ke 134k dalam bulan September, walau sebenarnya awal mulanya diprediksikan cuma akan turun sampai 185k saja.
Rata-rata penghasilan perjam Average Hourly Earnings mampu betambah sebesar 0.3 % Month-over-Month sesuai dengan harapan, hingga laju tahunan mengalami penurunan dari 2.9 % ke 2.8 %.
Dampak dari Laporan NFP
Menanggapi berita negatif itu, DXY turun 0.13 % di posisi 95.31. Akan tetapi, dalam hitungan pekanan, DXY masih tetap terdaftar naik 0.6 %. Dengan mendasar, data-data NFP akan memiliki pengaruh jelek buat Greenback dalam periode yang panjang, sebab tiga perihal:
- Walau NFP untuk bulan September lebih buruk, tapi NFP untuk bulan Agustus direvisi naik ke 270k. Diluar itu, tingkat pengangguran jatuh mencolok dari 3.9 % ke 3.7 %, posisi paling rendah dalam hampir lima dasa warsa paling akhir.
- Buruknya NFP untuk bulan September diduga karena disebabkan dampak Badai Florence yang menghajar lokasi North Carolina serta South Carolina. Dalam kata lainnya, demikian dampak musibah mereda, jadi NFP diyakinkan akan rebound.
- Laporan NFP ini tidak mengubah harapan pasar tentang gagasan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Berdasar pada pengamatan dari CME Fedwatch Tool, pasar masih tetap menginginkan Fed akan meningkatkan suku bunga 1x pada bulan Desember, serta 2x lagi pada tahun 2019.
Dengan teknikal, Indeks Dolar AS memang cetak candle bearish di hari Jumat kemarin. Akan tetapi, posisinya pada umumnya masih tetap bullish, sebab masih ada diatas MA-50 serta MA-100. Diluar itu, RSI juga kuat ada pada posisi 60.
Dari sini, bisa diambil kesimpulan jika bias Indeks Dolar AS minggu ini masih bullish.






