Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Setelah Mencapai Level Tertinggi dalam Dua Bulan Terhadap Dolar, Pound Mulai Berfluktuasi

Setelah Mencapai Level Tertinggi dalam Dua Bulan Terhadap Dolar, Pound Mulai Berfluktuasi

292
0
Sterling
Various denominations of pound notes are seen in this arranged photograph in London, U.K., on Thursday, May 17, 2012. U.K. Prime Minister David Cameron plans to say today he won't swerve from his austerity plan, warning members of the European single currency that failure to resolve their problems carry "huge risks for everybody." Photographer: Chris Ratcliffe/Bloomberg via Getty Images

Pound Inggris pada awal pekan ini mulai menunjukkan gebrakan dengan mengalami kenaikan signifikan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terhadap melemahnya dolar AS. Akan tetapi, untuk sebagian kenaikan tersebut berkurang pada hari-hari berikutnya. Dengan reli awal disebabkan oleh laporan inflasi AS yang lebih lemah dari prediksi. Sehingga membuat pound mengalami kenaikan sebesar 1,8 persen.

Akan tetapi, khususnya pada hari ini, pound telah kehilangan hampir setengah dari kenaikan yang terjadi. Karena untuk sekarang ini mata uang tersebut sedang diperdagangkan dengan mengalami penurunan sebesar 0,11 persen pada 1,2401.

Pound Mulai Bergerak Dengan Menunjukkan Kenaikan

Yang jelas saja untuk kinerja pound muncul di tengah konteks indikator ekonomi dan pergerakan pasar yang lebih luas. Dengan pada hari Rabu, Bank of England memberikan kabar jika saja penurunan drastis dalam inflasi Inggris menjadi 4,6 persen.

Sehingga ini memberikan sinyal level terendah sejak bulan Oktober 2021 dan berada di bawah prediksi sebesar 4,8 persen. Dengan adanya kabar positif ini, tentu saja Bank Dunia sangat menekankan bahwa perjuangan melawan inflasi terus berlanjut.

Berbanding terbalik dengan hal tersebut, perekonomian AS memberikan gambaran sinyal yang melambat. Dengan adanya penurunan harga produsen sebesar 0,5 persen pada bulan Oktober. Untuk penurunan terbesar terjadi sejak April 2020 yang disokong oleh penurunan harga bensin.

Hal ini tentu saja diikuti dengan berakhirnya perkembangan tentang penjualan ritel selama enam bulan. Dimana ini memberikan gambaran adanya penurunan sebesar 0,1 persen. Dalam menunggu laporan yang diproyeksikan pada hari Jumat, penjualan ritel Inggris untuk bulan September menunjukkan penurunan sebesar 0,9 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh cuaca hangat yang tidak biasa dan Pesimisme ekonomi konsumen. Tetapi, diprediksi ini akan kembali pulih dengan terjadi pertumbuhan sebesar 0,3 persen di bulan Oktober. Jadi secara teknis pasangan mata uang GBP/USD sekarang ini sedang menguji support di 1,2374 dengan support tambahan di 1,2312 dan level resistance di 1,2476 dan 1,2522.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses