DXY naik seputar 0.4 % ke atas tingkat 97.00-an dalam perdagangan session New York ini hari 24/6 ditengah-tengah memudarnya sentimen risk-on global.
Greenback serta Yen kuat karena aktor pasar semakin cemas pada peluang dampak gelombang ke-2 virus Corona serta eskalasi kemelut dalam jalinan dagang AS-Uni Eropa.
Tetapi beberapa analis masih memprediksi Dolar AS akan menurun lagi saat kecemasan pasar mulai surut ditengah-tengah kecondongan risk-on, risk-off sekarang ini.
Data pemerintah memperlihatkan perkembangan infeksi virus Corona semakin cepat di sembilan negara sisi AS.
Arizona, California, Florida, Georgia, Louisiana, Mississippi, Ohio, South Carolina, serta Texas terancam melipatgandakan jumlah korban COVID-19.
Bila infeksi terus semakin makin tambah meluas sampai melebihi kemampuan rumah sakit yang ada.
Beberapa teritori lain hadapi kenaikan efek gelombang ke-2 COVID-19, termasuk juga China, Brazil, India, serta Uni Eropa.
Deskripsinya jadi makin jelas bersamaan potongan-potongan kunci ada, tapi walau satu pembalikan dolar akan berlangsung, masih ada ketidaktetapan di Eropa serta bahaya di negara bertumbuh.
Kami ingin menulis jual saja dolar, tapi kami bukan ahli virus serta masih begitu awal untuk menempatkan tempat short.
Walau kami memprediksi dolar akan menurun pada euro serta sejumlah besar mata uang G10 dalam tempo satu tahun, tutur Kit Juckes, pimpinan ahli taktik FX di Societe Generale.
Disamping itu, perwakilan dagang AS menjelaskan jika mereka sedang memperhitungkan implikasi bea import penambahan untuk beberapa barang yang dihadirkan dari Prancis, Jerman, Spanyol, serta Inggris, yang berharga keseluruhan USD3.1 Miliar per tahun.
Bea penambahan itu akan diresmikan untuk sisi dari sangsi balasan pada bantuan yang diberi Uni Eropa pada Airbus, kompetitor paling besar pabrikasi pesawat AS Boeing.
Ini jelas adalah perlawanan pada gagasan Uni Eropa untuk mendesak rumor yang semakin penting buat AS, yaitu pajak digital.
Kemelut sudah bertambah akhir-akhir ini, termasuk juga laporan jika Uni Eropa tetap batasi perjalanan dari AS bersamaan pembukaan penetapannya.
Ini suatu hal yang tidak dapat kita acuhkan sebab perang dagang transatlantik itu efek yang riil, kata Bipan Rai dari CIBC Capital Markets yang akui jika dia senang lakukan sell saat USD kuat, khususnya pada EUR.






