Beranda Analisa Forex Saat Launching Data Ekonomi Dollar AS Terkoreksi

Saat Launching Data Ekonomi Dollar AS Terkoreksi

520
0

DXY pernah meraih level paling tinggi harian pada 97.60, tapi terkoreksi ke rata-rata 97.37 pada tengah session New York 25/6.

Publikasi beberapa data ekonomi menguatkan kecemasan pada kekuatan efek gelombang pandemi COVID-19 yang peluang telah menempa beberapa negara sisi Amerika Serikat.

Data Pesanan Barang Tahan Lama Durable Goods Orders bertambah 15.8 % Month-over-Month pada periode Mei 2020, lebih bagus daripada harapan yang cuma dibanderol pada 10.9 %.

Perolehan ini hampir meniadakan rekor -18.1 % yang tertera pada bulan awalnya. Namun, dua data high impact asal AS lain tampilkan deskripsi perform ekonomi yang semakin menyedihkan.

Laporan GDP second estimate memverifikasi jika perkembangan ekonomi AS tertera -5.0 % Quarter-over-Quarter pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah klaim pengangguran juga rupanya semakin banyak dibandingkan harapan

Data Departemen Tenaga Kerja AS memperlihatkan jumlah klaim pengangguran capai 1.48 juta semasa minggu kemarin.

Cuma turun sedikir dari 1.54 juta pada periode seminggu awalnya, dan menyedihkan buat konsensus ekonom yang memperhitungkan pengurangan sampai 1.32 juta.

Ini adalah jumlah klaim pekanan di atas 1 juta untuk ke-14 kali beruntun, dengan angka masih 2x lipat semakin besar dari angka terjelek yang tertera semasa kritis finansial global 665,000 pada 27 Maret 2009, tanggapan James Knightley, pimpinan ekonom internasional ING.

Ini terkait dengan bukti jika Florida serta Kalifornia cuma memberikan laporan data tiap dua minggu, bukanlah tiap minggu, jadi kami tidak melebih-lebihkan perbaikan ini hari dibandingkan data era sebelumnya -red.

Sesudah Amerika Serikat alami lockdown hampir keseluruhan pada bulan April, pemerintah federal selekasnya memberitahukan gagasan untuk menormalisasi kesibukan ekonomi per Maret.

Hal tersebut pernah menggerakkan harapan untuk pemulihan ekonomi lincah mulai Mei, hingga kurangi kerugian semasa tahun ini serta perkembangan ekonomi bisa kembali lagi kuat per akhir tahun 2021.

Sayangnya, harapan itu gagal ditengah-tengah melesatnya jumlah infeksi virus Corona baru di beberapa negara sisi.

Petinggi Gedung Putih berikrar tidak mengaplikasikan lockdown lagi untuk mengatasi pandemi COVID-19, tapi ketetapan sebenarnya ada di tangan gubernur tiap negara sisi.

Kalau juga beberapa negara sisi tidak menetapkan lockdown lagi, ketertarikan berbelanja warga tetap loyo sebab pesimisme massa pada kekuatan kewenangan untuk membendung virus serta menggerakkan pemulihan di hari esok.

Lepas dari itu, sentimen risk-off yang menyebar dari serangkaian data ini peluang malah sediakan dukungan yang menyokong tempat Greenback pada timeframe harian.

Masalahnya Dolar AS sudah berperanan untuk safe haven penting semenjak awal pandemi. Meskipun hari esok ekonomi AS tersebut penuh ketidaktetapan, posisi Dolar AS untuk mata uang devisa global belum tergoyahkan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses