Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Rupiah Tergelincir, Pertumbuhan Ekonomi Tanah Air Mengkhawatirkan

Rupiah Tergelincir, Pertumbuhan Ekonomi Tanah Air Mengkhawatirkan

944
0

Rujukan nilai tukar resmi JISDOR menurun dari Rp14,282 jadi Rp14,308. Selain itu, kurs USD/IDR memasuki  perdagangan spot mata uang melompat mencolok sampai sudah sempat sampai posisi paling tinggi pada Rp14,330, sebelum ditutup pada posisi Rp14,290.

 

Berlanjutnya pelemahan rupiah ini hari 6/5 terkait dengan beberapa unsur external, dan mengecewakannya laporan perkembangan ekonomi Indonesia kuartal I/2019.

 

Siang tadi, Bank Indonesia BI memberikan laporan jika Gross Domestic Product Indonesia tertera -0.52 % Quarter-over-Quarter. Walau penurunan itu tidak separah kuartal awalnya yang sampai -1.69 %, tapi tambah lebih jelek daripada perkiraan awal yang dibanderol pada -0.40 %.

 

Pergerakan perkembangan GDP tahunan mundur dari 5.18 % jadi 5.07 % Year-on-Year. Walau masih ekspansif, tapi ini adalah perkembangan ekonomi paling lemah semenjak kuartal I/2018 serta menyelimpang dari harapan pasar.

 

Di luar negeri, Asia dikagetkan oleh intimidasi Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan bea import atas beberapa produk China.

 

Seputar USD200 Milyar beberapa produk China yang di-import dari negeri Paman Sam akan terserang kenaikan bea itu dalam minggu ini, sedang beberapa ratus milyar dolar yang lain akan dipublikasikan dalam tempo dekat.

 

Di lain sisi, China diisukan akan menggagalkan gagasan perundingan mereka dengan perwakilan AS di Washington yang sedianya akan diselenggarakan di hari Rabu besok.

 

Bank sentra PBoC menginformasikan rangkaian paket stimulus penambahan yang diperuntukkan untuk menyokong perkembangan ekonomi domestik.

 

Investor serta trader menyikapi beberapa perubahan terbaru ini dengan lakukan tindakan jual atas aset-aset beresiko tambah tinggi, termasuk juga salah satunya mata uang beberapa negara berkembang seperti Indonesia.

 

Mengakibatkan, mata uang Asia solid melemah vs Dolar AS, terkecuali Yen Jepang. Menurunnya semakin parah dihadapi oleh Yuan China, diikuti dengan mata uang Won serta Rupiah.

 

Untuk menanggulangi depresiasi nilai tukar Rupiah pada Dolar AS, Bank Indonesia BI mengatakan sudah melakukan intervensi yang ada di pasar spot, non-deliverable forward, serta pasar obligasi.

 

Diluar itu, Nanang Hendarsah Direktur Eksekutif Departemen Pengendalian Moneter Bank Indonesia yakini jika perkembangan ekonomi diatas 5 % masih cukuplah kompak, walaupun meleset dari harapan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses