Kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral AS) rupanya tidak beresiko jelek untuk kurs Rupiah. Nilai tukar Rupiah pada Dolar AS sampai Kamis 15/Jun/2017siang hari ini masih tetap cukup kuat, dengan kenaikan delapan poin ke Rp13, 277 per Dolar AS dalam transaksi antar bank yang diambil oleh Antaranews. Disamping itu, kurs USD/IDR versus Bloomberg juga tunjukkan penurunan. Pair itu flat ke Rp13,282, yang berarti tidak ada penguatan Dolar AS pada Rupiah.
Awal hari tadi, rapat FOMC The Fed AS mengambil keputusan untuk menambah suku bunga sejumlah seperempat basis poin. Rentang sasaran suku bunga AS sekarang ini yaitu 1.00 % – 1.25 %. Kenaikan suku bunga ini memanglah telah banyak diekspektasikan oleh pasar.
Inflasi AS Menghimpit Kurs Dolar
Sayangnya, kenaikan suku bunga yang umumnya memperkuat Dolar AS itu dinodai oleh lemahnya inflasi serta penjualan ritel AS. Sebelumnya, The Fed tidak mencemaskan lemahnya inflasi AS karna dipandang cuma sesaat. Tetapi, mulai sejak bulan Januari, CPI AS selalu bergerak turun. Hal semacam ini buat beberapa investor sangsi bila The Fed masih tetap dapat menambah suku bunganya satu kali lagi sesuai sama dot plot mereka. Berikut ini yang buat Dolar AS tertekan.
Keadaan ini dipercaya dari ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, yang diambil oleh Antaranews hari ini. ” Sesuai sama ekspektasi, suku bunga referensi bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) naik sebesar 25 bps. Tetapi sebagian besar anggota The Fed yang membuat revisi turun proyeksi inflasi 2017 menghimpit dolar AS, ” kata Rangga. Ia memberikan kalau Dolar AS masih tetap punya potensi melemah dalam sekian hari ke depan.
Analis SoeGee Futures yang diwawancarai oleh Kontan melihat dari pojok yang sedikit berlainan. Menurut dia, Rupiah tetaplah kuat dikarenakan dana asing yang masuk kedalam negeri yang tetaplah kencang dikarenakan kenaikan posisi credit Indonesia dari Standar & Poor’s sekian waktu lalu jadi argumen kenapa Rupiah tidak terlalu terganggu.
Aussie Terangkat Cerahnya Data Ketenagakerjaan Australia
Dolar Australia cetak lompatan yang cukup penting pada Dolar AS sesudah laporan dari ketenagakerjaan Australia, Kamis 15/Juni/2017 pagi tadi. AUD/USD cetak kenaikan ke angka 0.7605 dari 0.7588, sesudah Tingkat Pengangguran Australia dilaporkan turun ke level rendah dalam empat tahun pada bulan Mei, yaitu di level 5.5 %. Bulan terlebih dulu, Tingkat Pengangguran Australia menempati level 5.7 %.





