
Pasangan mata uang GBP/USD kembali lagi ke range 1.3325 di awal perdagangan sesion New York 26/11/2021, sesudah sempat terjerumus ke range 1.3270-an pada sesion awalnya.
Cable sukses mengatasi pergolakan pasar yang ada karena penemuan variasi COVID-19 baru di benua Afrika.
Tetapi, salah satunya instansi penelitian terpenting Inggris mengatakan jika pound peluang akan menurun tahun depannya.
Prospect Pound Menurun Tahun 2022
Beberapa ahli dari Capital Economics mengutarakan jika Bank of England BoE peluang akan meningkatkan suku bunga sebesar 0.5 % dalam beberapa waktu kedepan.
Peningkatan 50 pangkalan point itu akan menyebalkan trader, karena pasar sekarang ini telah seutuhnya mempertimbangkan peningkatan suku bunga dengan tinggi 1.0 %.
Disamping itu, pound akan terbeban oleh kemajuan ekonomi yang menyebalkan dan melambannya perkembangan inflasi.
Traget Jumlah Suku Bunga
Prediksi suku bunga relatif kami menyaratkan jika pound memungkinkan untuk menurun pada dollar dan euro dibanding kuat, kata Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics.
Pasar sekarang ini mempertimbangkan 50% kesempatan untuk peningkatan suku bunga BoE pada Desember kedepan.
Kesempatan peningkatan suku bunga pada Februari 2022 bahkan juga sudah capai lebih dari 100%. Aktualisasi semua prediksi itu akan memerlukan keadaan ekonomi yang lebih bagus dibanding sekarang ini.
Walau sebenarnya, beberapa ekonom Capital Economics memprediksi ekonomi Inggris akan mulai berkembang kembali pada paruh ke-2 tahun 2022. Akhirnya, BoE peluang tidak bisa penuhi harapan pasar.
BoE peluang akan meningkatkan suku bunga jadi 0.5 % dalam beberapa waktu di depan, dengan peningkatan sampai 0.25 % pada Desember dan sampai 0.50 % pada Februari.
Di saat itu, bank akan biarkan neracanya tipis dengan tidak melakukan reinvestasi pada beberapa aset yang telah jatuh termin, lebih Dales.
Capital Economics memprediksi jika transisi peningkatan inflasi sekarang ini cuman akan berjalan sementara saja. Prediksi inflasi mengalami penurunan kembali lagi ke tingkat 2.0 % di akhir 2022.
Dengan begitu, argument untuk peningkatan suku bunga lebih dari 0.5 % juga tidak akan berlaku kembali.





