Bank Sentral Australia mengambil keputusan untuk menjaga suku bunga referensinya lewat rapat kebijakan pada Selasa (01/Agustus) hari ini. Suku bunga RBA ada pada tingkat 1.5 % mulai sejak bulan Agustus 2016. Mengenai Dolar Australia, RBA menyebutkan kalau penguatan mata uang yang berlangsung beberapa waktu terakhir diekspektasikan juga akan berperan pada rendahnya desakan inflasi pada perekonomian Australia.
” Hal tersebut (tingginya nilai tukar Dolar Australia) juga membebani outlook ketenagakerjaan. Nilai tukar mata uang yang terapresiasi diekspektasikan juga akan hasilkan kenaikan kesibukan ekonomi serta inflasi yang lebih lambat dari pada yang diprediksikan sekarang ini, ” tegas Gubernur RBA, Philip Lowe, pada saat pernyataan kebijakan hari ini.
Meski tidak terlalu tajam, Dolar Australia memberikan respon kebijakan dengan penurunan sebentar dibawah 0.80 per dolar AS. Dalam chart forex pada timeframe 1 jam, terlihat jarum candle AUD/USD turun tajam menusuk level 0.7994 sebentar mendekati kebijakan RBA. Tetapi, harga tidak ditutup pada harga itu, tetapi di pada harga 0.8030. Waktu berita ini ditulis, AUD/USD diperjualbelikan pada kisaran 0.8025, masih tetap di level tinggi.
Pada umumnya, pernyataan RBA masih tetap mengutamakan problem tingginya Dolar Australia, yang dikarenakan oleh kenaikan harga bijih besi serta batu bara. Problem ini semakin menyulitkan penyesuaian ekonomi Australia dan bidang ketenagakerjaan. Walau sekian, RBA tidak memberi tanda-tanda tentang kapan atau masih mencari arah mana kebijakan moneter RBA setelah itu.
Yang pasti, Lowe menyebutkan kalau tak ada tautan langsung pada kenaikan suku bunga bank sentral AS serta Eropa dengan kebijakan moneter RBA. Dengan hal tersebut, spekulasi kenaikan untuk suku bunga RBA tahun depan juga terkulai.






