RKurs dolar AS sedikit kuat di akhir perdagangan Jumat Sabtu pagi WIB serta menulis peningkatan mingguan 0, 66 %, saat intimidasi gelombang ke-2 infeksi virus corona mengguncangkan investor seperti juga rangkaian data ekonomi AS yang muram.
Indeks dolar AS menarik taruhan safe-haven pada Jumat sesudah pemasaran ritel AS alami pengurangan bulan ke-2 beruntun pada April.
Sebab pandemi virus corona baru membuat masyarakat Amerika masih di dalam rumah, tempatkan ekonomi di jalan untuk kontraksi paling besar pada kuartal ke-2 semenjak Stres Hebat.
Indeks dolar yang menghitung greenback pada enam mata uang penting yang lain, naik 0, 13 % pada Jumat sore 15/5/2020 jadi 100, 4 serta datar pada yen Jepang, mata uang safe-haven penting yang lain.
Walau investor keluar dari asset beresiko pada Jumat pagi, indeks S&P 500 serta Dow Jones Industrial Average usai meningkat tipis.
Jatuhnya pemasaran ritel yang disampaikan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat 15/5/2020 meningkatkan kehilangan pekerjaan bersejarah 20, 5 juta pekerjaan bulan kemarin dalam menggarisbawahi penurunan ekonomi yang makin dalam.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu 13/5/2020 mengingatkan periode ekstensi perkembangan lemah serta penghasilan statis. Dolar AS nampaknya akan tutup minggu lebih tinggi.
Ini adalah asset bekerja paling baik semasa satu bulan paling akhir, yang menarik sebab sama dengan indeks MSCI China yang baik, kata Mark McCormick, kepala taktik valuta asing global di TD Securities.
Infeksi COVID-19 yang baru sudah dicatat di beberapa negara yang sudah melapangkan limitasi tinggal di dalam rumah, lemahkan kepercayaan diri investor awalnya jika ekonomi selekasnya normal kembali.
Keseluruhan masalah di Jerman bertambah sebesar 913 jadi 173.152 pada Kamis 14/5/2020 serta jumlah kematian bertambah 101 jadi 7.824 sesudah negara itu melapangkan penguncian nasional.
Di tingkat dunia, kami pikirkan pasar kemungkinan pada akhirnya ada dengan kepercayaan jika tidak ada pemulihan berupa V dalam tempo dekat, kata McCormick.
Dari beberapa negara yang kami melacak, 100 % dari mereka sudah lihat prediksi PDB mereka di turunkan untuk tahun akan datang.
Euro bertahan 0, 08 % makin kuat pada dolar di 1, 081 dolar. Pound Inggris masih di bawah desakan, jatuh 0, 91 % jadi 1, 211 dolar, paling rendah semenjak 26 Maret.
Sesudah negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier pada Jumat 15/5/2020 menyebutkan perbincangan putaran ke-3 dengan Inggris pada kerja sama baru menyedihkan.






