Pasangan GBP/USD melejit lebih dari 0.5 % ke rata-rata 1.2912 semenjak pembukaan pasar sampai pertengahan session New York ini hari 25/11.
Reli Sterling di dukung oleh makin solidnya prediksi pencapaian suara Partai Konservatif dalam Pemilu Inggris 2019 yang akan diadakan bulan depan.
Tidak hanya unggul versi Greenback, GBP kuat hampir 1 % pada Yen sampai sampai rata-rata 140.46. Di lain sisi, Euro menyerah serta turun lebih dari 0.5 % ke rata-rata 0.8540 pada Poudsterling.
Instansi analisa Datapraxis menyortir hasil polling YouGov paling baru mengenai prediksi hasil Pemilu Inggris.
Olahan data tunjukkan jika partai Konservatif akan memenangi 349 bangku di parlemen Inggris, diikuti oleh Labour dengan 213 bangku, serta SNP sekitar 49 bangku, Liberal Demokrat sekitar 14 bangku, serta beberapa partai minor lain dengan jumlahnya bangku dibawah 10.
Jika prediksi ini betul-betul terjadi, karena itu Partai Konservatif terjamin kuasai suara sebagian besar dalam parlemen yang diperlukan untuk memuluskan proses brexit serta loloskan agenda-agenda ekonominya tanpa ada butuh bentrok dengan partai lain.
Ini ialah satu survey yang butuh dilihat oleh pasar GBP. Sebagian besar sekitar 48 beda di antara 50 % jumlahnya bangku parlemen Inggris serta prediksi pencapaian bangku Konservatif -red lumayan memadai untuk dilihat jadi pemerintahan yang berperan konstan.
Tetapi, ini bisa saja tidak berhasil terjadi. Ingat, Theresa May dalam Pemilu 2017 direncanakan akan memperoleh sebagian besar sampai 100+ tapi pada akhirnya tidak berhasil kuasai sebagian besar bangku parlemen serta sangat terpaksa share kekuasaan dengan Labour -red.
Jika prediksi sebagian besar dibawah 15, kita kembali ke mengalkulasi bangku perwakilan parlemen… semua permainan untuk GBP, kata Viraj Patel, satu orang ahli taktik forex dari Arkera.
Bursa judi Betfair tunjukkan prospek kemenangan sebagian besar untuk partai Konservatif sudah bertambah dari 45 % pada dua minggu lalu jadi 70 % dalam minggu ini.
Sesuai dengan prediksi itu, Poundsterling condong bullish. Tetapi, prospek parlemen menggantung masih mengekang sejumlah besar aktor pasar, hingga GBP kesusahan tembus posisi resistance paling dekat serta condong dalam perdagangan dengan sideways.
Banyak faksi mencemaskan peluang berlangsungnya kejadian seperti waktu Pemilu Inggris 2017.
Pada awal waktu kampanye, Partai Konservatif yang di pimpin oleh Theresa May waktu itu sempat unggul, tapi pencapaian suaranya rontok perlahan-lahan sampai hasil pemilu memunculkan berlangsungnya kondisi parlemen menggantung.
Patut dicatat jika polling mulai betul-betul ketat sesudah manifesto dikeluarkan pada tahun 2017.
Saya tidak mereferensikan tempat long GBP baru dari sini, sebab bisa saja seringkali polling ke depan dapat tunjukkan kenaikan suport buat partai Labour atau kondisi salah langkah lain dalam perpolitikan Inggris dari Konservatif.
Hingga membuat pasar menyangsikan prediksi awal serta membuat reli GBP untuk terurai kembali, kata Jordan Rochester dari bank investasi Nomura.






