Beranda Analisa Forex Produsen Minyak Mencari Utang Gegara Harga Terus Turun

Produsen Minyak Mencari Utang Gegara Harga Terus Turun

569
0

Beberapa negara produsen minyak sekarang tengah hadapi oleh permasalahan serius. Yaitu, memotong produksi minyak serta anjloknya harga minyak.

Berkaitan hal itu, empat sumber Reuters menjelaskan, ditengah-tengah jatuhnya harga minyak mentah, Arab Saudi peluang akan jual obligasi internasional baru dalam tempo dekat.

Mencuplik Reuters, Riyadh tingkatkan plafon utangnya jadi 50% PDB dari tempat awalnya 30% pada bulan Maret. Awalnya, Emirate Qatar serta Abu Dhabi sukses jual obligasi kombinasi sejumlah US$ 17 miliar minggu kemarin.

Ini langkah rasional selanjutnya buat Saudi untuk mengeluarkan sesudah Qatar serta Abu Dhabi.

Mereka kemungkinan menanti sedikit buat pasar minyak untuk bereaksi pada pemangkasan sebab nama mereka lebih dekat berkaitan dengan minyak,  kata seorang bankir pada Reuters.

Seorang jubir kementerian keuangan Saudi tidak selekasnya menyikapi keinginan atas pertanyaan Reuters mengenai gagasan penerbitan hutang.

 Menurut seorang analis minyak, potongan yang dijanjikan oleh Arab Saudi, pengekspor minyak penting dunia, berdasar pakta hari Minggu bisa meniadakan hampir US$ 40 miliar dari penghasilan negara tahun ini.

Hitungan prediksi itu berdasar pada harga minyak rata-rata US$ 40 per barel. Info saja, harha minyak referensi global, minyak mentah Brent sekarang diperjualbelikan di rata-rata US$ 32 per barel.

Beberapa pundi pemerintah Saudi makin tipis karena anjloknya harga minyak serta efek dari beberapa langkah untuk hentikan penebaran virus corona baru, termasuk juga penerapan jam malam serta tutup sejumlah besar tempat publik di semua kerajaan.

Untuk memantapkan pasar minyak, Organisasi Negara Pengekspor Minyak OPEC serta sekutunya yang dipimpin oleh Rusia.

Satu barisan yang diketahui untuk OPEC +, setuju untuk memotong produksi pada bulan Mei serta Juni sebesar 9, 7 juta barel /hari bpd, atau seputar 10% suplai global.

Tapi peningkatan harga minyak mentah dapat terbatas serta sesudah pemangkasan rekor itu. Kami yakin jika pengurangan OPEC + yang diusulkan 9, 7 juta barel /hari.

Untuk Mei serta Juni tidak cukup untuk hadapi pengurangan tajam dalam keinginan global yang dikarenakan oleh epidemi,  jelas Monica Malik, kepala ekonom di Abu Dhabi Commercial Bank, menjelaskan dalam satu catatan riset.

Ia memberikan tambahan, Kami memprediksi jika bidang minyak Arab Saudi akan berkontraksi seputar 6, 1% pada 2020. Goldman Sachs menjelaskan faksinya memprediksi harga minyak selalu turun dalam beberapa minggu akan datang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses