Beranda Analisa Forex Produksi Minyak Mentah Saudi Tidak Diperhatikan

Produksi Minyak Mentah Saudi Tidak Diperhatikan

609
0

Menteri Daya Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memperkecil kompetisi di antara produsen serpih AS serta produsen minyak yang lebih mapan di Timur Tengah.

Bicara sesudah ketetapan OPEC di Wina, Austria, di hari Jumat 6/12/2019, Abdulaziz menjelaskan:

Mereka produsen serpih AS tidak lakukan kekeliruan, mereka membuahkan makin banyak barel, mereka tempatkan AS pada peta dalam hubungannya dengan keperluan daya, mereka menumbuhkan ekonomi, mereka membuat lapangan kerja.

AS saat ini ialah produsen minyak paling besar di dunia yang sampai 12,3 juta b / d pada 2019, menurut Administrasi Info Daya AS, naik dari 11 juta b/d pada 2018.

Saat ini menghasilkan makin banyak minyak dibanding Arab Saudi serta Rusia, walau ada pertanda jika perkembangan produksi melambat di Amerika Serikat.

Sebab lonjakan produksi serpih AS, di samping beberapa faktor lain, aliansi daya OPEC didorong untuk melakukan tindakan sesudah harga minyak global turun pada pertengahan 2014.

Produsen serpih AS, bukan sisi dari persetujuan itu serta suplai minyak serpih tumbuh dengan eksponensial saat produsen OPEC mengekang output.

Mereka lakukan pekerjaan yang mengagumkan, kata Abdulaziz pada CNBC mengenai industri daya AS.

Ia bicara mengenai batasan hukum saat diberi pertanyaan apa kemungkinan ada kesepakatan dengan produsen serpih di waktu depan, tapi menjelaskan jika Saudi Aramco, perusahaan minyak punya negara negaranya – akan makin internasional.

Pada bulan Mei, Aramco tanda-tangani kesepakatan untuk beli gas alam cair Amerika Serikat dari perusahaan yang berbasiskan di San Diego, Sempra Energy, yang menolong tingkatkan ambisinya menjadi pemain di pasar gas internasional yang sedang berkembang.

Suplai serpih yang menjalar serta keinginan yang labil sebab perlambatan ekonomi global sudah meneror tidak seimbangan suplai minyak serta dinamika keinginan.

Sekutu OPEC serta non-OPEC, seringkali dikatakan sebagai OPEC +, putuskan di hari Jumat untuk mengaplikasikan kebijaksanaan produksi minyak yang lebih ketat pada pertemuan dua tahunan di Wina.

Persetujuan baru, yang tambah lebih besar dari yang direncanakan banyak analis, akan lihat OPEC + kurangi keseluruhan produksi minyak sebesar 1,7 juta b/d.

Tetapi, Abdulaziz menjelaskan pada wartawan di hari Jumat jika negaranya, pemimpin de facto OPEC – akan perpanjang pemotongan suka-rela 400.000 b /d, menjelaskan jika keseluruhan pemotongan aliansi daya dengan efisien akan sampai 2,1 juta b/d.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses