JPMorgan kurangi harapan perkembangan ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini akibatnya karena angka inflasi yang lebih ‘panas’ daripada tahun yang lalu dibarengi juga dengan semakin buruknya angka penjualan eceran awal tahun ini.
Selaku pimpinan dari ekonom AS dari JPMorgan, Michael Feroli menerangkan kalau indeks harga customer inti atau core CPI Departemen Tenaga Kerja cuma memberikan indikasi Federal Reserve semakin berani dimuka saja untuk menambah suku bunganya, tetapi dianya turunkan prospek product domestik bruto kuartal pertama tahun ini dari 3% jadi 2, 5%.
Feroli begitu kaget dengan hasil core CPI bulanan yang naik 0, 349%, yang disebut kenaikan bulanan paling besar mulai sejak 2005.
Feroli lihat kalau hasil data inflasi jadi kenaikan suku bunga di bulan depan semakin menguat. Walau beberapa ekonom di Wall Street tidak sama pandangannya tentang berapakah kali the Fed tahun ini peluang juga akan menambah suku bunganya.
Serta menurut data dari alat pemantau suku bunga dari CME, jadi sudah terpantau kalau lebih dari 80% untuk suku bunga itu juga akan berlangsung pertama kalinya di tahun ini.
The Fed lokasi Atlanta juga sudah turunkan projectsi PDB dimana yang sebelumnya memprediksi perkembangan ekonomi AS dapat menjangkau 4% di tahun ini, sudah turun jadi 3, 2%.
Problem inflasi itu sudah buat investor ketakutan dalam sebagian minggu terakhit sesudah laporan tenaga kerja AS di Januari yang lalu dilaporkan cukup kuat untuk menyebabkan menguatnya suku bunga the Fed dengan agresif hingga buat bursa saham Wall Street terkoreksi tajam dan dibarengi bursa global yang lain serta emas juga terkoreksi.
Ekonom classic memiliki pendapat kalau paket stimulus fiskal yang terlalu berlebih seperti pemotongan pajak diakhir tahun yang lalu atau berbentuk pengeluaran atau berbelanja pemerintah untuk sementara memanglah juga akan menambah laju PDB, sementara tingkat harga juga akan sesuaikan untuk menguber penambahan output.
Feroli berfikir kalau dianya peluang membuat revisi tips pertemuan the Fed bulan Maret kelak dengan perkiraan kalau kenaikan suku bunga dapat bertambah daru 3 kali jadi 4 kali.
Namun menurut keterangan dari Feroli, keadaan inflasi yang tinggi dapat melukai berbelanja customer di kasa depan. Di bagian beda dianya juga lihat penjualan eceran alami keadaan yang jelek dimuka tahun, dimana turun 0, 3%. Penurunan itu sudah ambil perhitungan kami di kuartal ke-4 kelak laju PDB AS juga akan alami penurunan juga dari 2, 6% jadi 2, 4%.
Feroli juga lihat kalau dampak dari pemotongan pajak memanglah juga akan berikan kesempatan berbelanja customer lebih baik, tetapi bagian inflasi pasti juga akan menahan daya beli itu.






