Memasuki perdagangan hari ini mata Poundsterling tergelincir ke posisi 0.30 % pada mata uang Dolar AS ke posisi 1.3100, setelah sesi perdagangan sesi Asia yang di buka hari Senin 15/Oktober.
Meneruskan penurunan yang dihadapi dari sejak akhir minggu kemarin. Walau pergerakannya sedikit kembali pulih memasuki awal sesi Eropa ke posisi 1.3122, tapi masih tetap dibayang-bayangi oleh penambahan tingkat kekhawatiran dari sejumah pelaku pasar tentang No-Deal Brexit.
Minggu ini, satu pertemuan tingkat tinggi sejumlah petinggi Uni Eropa akan diselenggarakan, dengan agenda penting membahas tentang hubungan dengan Inggris serta UE pada saat Brexit.
Selain itu, kurang stabilnya kecemasan pelaku pasar masalah apa persetujuan akan terwujud atau tidak, yang memuat Poundsterling serta bergerak naik permintaan untuk mencari sejumlah mata uang Safe Haven.
Pasangan EUR/USD anjlok, pasangan Cross GBP yang lain juga tidak terselamatkan. Sedangkan pasangan EUR/GBP bergerak naik 0.30 % ke posisi 0.8816, sedang pasangan GBP/JPY terjun 0.60 % ke 146.64 untuk perdagangan intraday semenjak pembukaan sesi Asia sampai pembukaan sesi Eropa.
Permasalahan penting sebagai hambatan untuk tercapainya persetujuan pada Uni Eropa serta Inggris ialah masalah perbatasan Irlandia. Beberapa negosiator yang berseteru selama akhir minggu mengatakan jika diskusi maraton sudah yang gagal, sampai pada akhirnya dikerjakan penundaan saat beberapa waktu ini.
Poundsterling ikut mengmengalami desakan, sesudah mantan Boris Johnson melemparkan komentar polemis dalam kolomnya pada harian minggu. Tuturnya, Inggris mesti berdiri teguh menantang beberapa perundung di Uni Eropa.
Boris Johnson adalah salah satunya tokoh partai Konservatif yang sangat dijagokan untuk menukar Perdana Menteri Theresa May nantinya.
Dia termasuk juga simpatisan kuat Brexit dari sejak lama sebelum referendum berkaitan permasalahan ini diadakan. Dengan pengakuannya itu, dia dengan eksplisit mengutarakan kemauannya supaya PM May berlaku lebih tegas serta agresif dalam menekan Uni Eropa untuk sampai persetujuan Brexit yang lebih baik buat Inggris.
Fokus penting Sterling ialah Brexit, serta data ekonomi yang launching hari ini ini ialah masalah wajar, tutur Kathy Lien, dari BK Asset Management.
Sambungnya kembali, Deadline semakin mendekat serta persetujuan telah hampir terwujud, tapi dihanguskan karena keinginan palsu beberapa investor meremehkan headline yang sama-sama bersimpangan serta menantikan konfirmasi yang sah.






