Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pounds Tertahan Bersaaan Pengunduran Diri Theresa May

Pounds Tertahan Bersaaan Pengunduran Diri Theresa May

708
0

Laporan Penjualan Ritel Inggris yang launching ini hari 24/5 hampir tidak diacuhkan oleh investor pasar, sebab gonjang-ganjing politik ditempat pada akhirnya sampai titik kulminasi.

 

Pada pertengahan session Eropa barusan, PM Theresa May menginformasikan kesediaannya untuk mengundurkan diri pada tanggal 7 Juni 2019, sesudah beberapa hari hadapi pemberontakan dalam kabinetnya sendiri.

 

Waktu berita dicatat, pasangan mata uang GBP/USD sudah cetak posisi paling tinggi harian pada 1.2718. GBP/JPY pada akhirnya bergerak naik dari rata-rata paling rendah tahun ini. Tetapi, Sterling di kuatirkan tidak akan dapat menjaga reli, sebab timbulnya ketidakpastian tentang siapa calon alternatif May.

 

Ketetapan Theresa May untuk mengundurkan diri tidak gampang. Semenjak awal minggu, beberapa pejabat partai Konservatif sudah silih bertukar membujuknya supaya mengaku ketakmampuannya pecahkan permasalahan brexit serta menyerahkan tanggung jawab itu ke tangan pentolan partai yang lain.

 

Oleh karenanya, pengumumannya sore hari ini bawa kelegaan buat banyak faksi, tidak kecuali investor pasar. Meskipun begitu, pasar memonitor bursa calon perdana mentri Inggris selanjutnya yang sesaat ini di isi oleh beberapa tokoh anti-Uni Eropa, seperti Boris Johnson.

 

Jika tokoh dengan pandangan Eurosceptic yang menukar Theresa May jadi Pertama Menteri, karena itu prospek No-Deal Brexit akan bertambah.

 

Justin McQueen dari DailyFX mencatat, Siapapun Pertama Menteri selanjutnya, pendapat yang terpecah iris di lansekap perpolitikan Inggris masih sama.

 

Serta walau susah untuk memperediksi perubahan politik Inggris dalam periode pendek, ada kenaikan efek diselenggarakannya penentuan umum pada musim gugur, yang punya potensi menyebabkan penundaan Article 50 yang deadline sesaat ini dibanderol pada 31 Oktober. Pada sekarang ini, efek ‘No-Deal’ sudah bertambah satu kali lagi.

 

Hal sama dikatakan oleh Paul Dales dari Capital Economics. Tuturnya, Pengunduran diri PM Theresa May memberi dukungan pendapat kami baru-baru jika peluang disetujuinya persetujuan brexit telah roboh untuk sekarang ini, serta kesempatan penundaan baru dan ‘No-Deal Brexit’ sudah bertambah.

 

Meskipun pasar finansial mungkin saja telah mempertimbangkan pengunduran diri Theresa May semenjak waktu lalu, tapi kami yakini efek penurunan Poundsterling serta yield obligasi pemerintah Inggris sudah makin bertambah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses