Poundsterling mencatat perform terunggul di antara mata uang-mata uang mayor dalam perdagangan hari Senin 24/September.
Pasangan mata uang GBP/USD sukses menguat lebih dari 0.50 % lawan Dolar AS ke rata-rata 1.1756, sesaat EUR/GBP turun 0.40 % ke 0.8955 pada awal session New York.
Walau sebenarnya, akhir minggu lantas mata uang ini sudah sempat anjlok sesudah beberapa pemimpin Uni Eropa menampik proposal Brexit yang disodorkan PM Theresa May di Salzburg, Austria.
Menurut Boris Schlossberg dari BK Asset Management, Cable bisa menjadi bangun sebab pasar masih tetap mengasumsikan jika satu persetujuan tentang Brexit akan terwujud pada Inggris serta Uni Eropa, dan baru akan bergolak jika “No-Deal Brexit” betul-betul akan berlangsung. Opini itu sesuai dengan analis dari Goldman Sachs.
Menurut Goldman Sachs, Pounds peluang masih tetap selalu turun-naik merefleksikan sentimen Brexit. Kenaikan akan tunjukkan penambahan harapan akan tercapainya persetujuan, sedang penurunan mencerminkan memudarnya harapan.
Namun, perkiraan periode panjang masih tetap tampilkan prospek pemulihan nilai Sterling, sebab besarnya probabilitas akan tercapainya persetujuan pada Uni Eropa serta Inggris.
Pada dasarnya kami masih tetap memprediksi tercapainya persetujuan dengan probabilitas seputar 70 %, papar Goldman Sachs dalam satu catatan untuk client.
Teater politik di sekitar proposal Chequers (yang diserahkan PM May ke Uni Eropa) menguasai kepala berita media, tapi kami yakini jika jalan ke arah satu persetujuan yaitu dengan masih mengaburkan perincian yang diinginkan didapat selanjutnya nantinya.
Beberapa analis akan memerhatikan pertemuan partai Konservatif tgl 30 September-3 Oktober untuk lihat bagaimana support yang didapat PM Theresa May dari anggota partainya sendiri.
Akan tetapi, Goldman Sachs memperingatkan jika Kejelasan baru akan didapat saat pertemuan Uni Eropa pada Oktober, serta (peluang) November, dan voting parlemen sesudahnya.
Jika terwujud satu persetujuan, Goldman Sachs menilainya GBP dapat 5 % lebih kuat lawan Euro serta Dolar AS. Sebelum itu, trader serta investor yang tertarik memperdagangkan Sterling tidak butuh cemas jika ada berita berbentuk apa pun, sebab peluang takkan ada pergantian penting dalam negosiasi Brexit sampai deadline datang.






