Dalam perdagangan hari ini Poundsterling bergerak naik 0.20 % ke posisi 1.2852 pada Dolar AS pada sesi perdagangan Eropa Senin 19/November, di dalam meningkatnya harapan pasar jika Perdana Menteri Inggris Theresa May akan minta konsesi penambahan dari Uni Eropa berkaitan Brexit.
Konsesi itu diperlukan May untuk mengamankan suport dari anggota partainya sendiri dan partner konsolidasi partai DUP dari Irlandia Utara, di dalam krisis yang meneror tempatnya sekarang ini.
Minggu kemarin, Poundsterling sudah sempat jatuh sesudah proposal Brexit yang launching PM May mengundang masukan keras dari anggota partainya sendiri serta menyebabkan pengunduran diri beberapa menteri strategis.
Hal ini bermakna ada resiko riil akan terjadinya ‘hard Brexit’ pada Maret 2019. Dapat dimengerti, GBP ada dalam desakan berarti, meskipun keteguhan PM serta keengganannya untuk melayani pertanyaan tentang rintangan atas kepemimpinannya, menolong menurunkan beberapa ketegangan, tutur ahli taktik forex senior Rabobank, Jane Foley.
Dalam satu interviu dengan Sky News, PM May mengutarakan jika kunci dalam outlook persetujuan Brexit ada dalam tujuh hari ke depan.
Beberapa negosiator Inggris akan kembali berdiskusi dengan pejabat-pejabat Uni Eropa untuk mengulas tentang jalinan mereka di hari esok, sesudah Inggris mengundurkan diri dari Uni Eropa. PM May sendiri akan hadir ke Brussels serta berdiskusi langsung dengan presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.
Hasil yang sangat mungkin muncul ialah May berusaha untuk lakukan renegosiasi dengan Komisi Eropa, tutur Samuel Tombs, ekonom dari Pantheon Macroeconomics, Perkiraan basic kami, dengan begitu, masih jika persetujuan pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa akan memperoleh kesepakatan parlemen di akhir kuartal pertama tahun 2019.
Keadaan lainnya yang mengambil alih perhatian pasar ialah mosi tidak yakin yang sudah diserahkan 48 anggota partai Konservatif atas kepemimpinan PM May.
Hari-hari yang akan datang akan susah buat PM May. Dia melawan rintangan besar dalam menjaga jabatannya serta menjadikan satu pemerintahannya serta peluang pekerjaan yang lebih susah dalam merayu parlemen untuk memberi dukungan persetujuan yang diperolehnya dengan Uni Eropa.






