Satu berita bahagia dari bagian politik melonjakkan kurs Pound pada semua mata uang mayor mendekati akhir session Eropa hari 24/9.
Pasangan GBP/USD naik seputar 0.4 % ke rata-rata 1.2490, sedang EUR/GBP kuat lebih dari 0.25 % ke posisi 0.8817 serta GBP/JPY melompat 0.5 % ke posisi 134.34.
Mahkamah Agung Inggris memutuskan dengan tegas tentang perselisihan yang ada karena langkah pemerintah Inggris dibawah PM Boris Johnson mensuspensi parlemen Inggris mulai tengah bulan ini sampai tanggal 14 Oktober.
Sesuai keterangan MA Inggris, langkah pemerintah itu adalah penyimpangan kekuasaan serta melanggar hukum. Oleh karenanya, suspensi parlemen dipandang tidak berlaku.
Jadi resiko dari keputusan MA, parlemen Inggris dapat mengawali sidang kembali keesokan hari.
Seperti dikatakan oleh pimpinan House of Commons, John Bercow, dalam pengakuan resminya, Sebagai perwujudan demokrasi parlemen kita, House of Commons harus bersidang tanpa ada penangguhan.
Untuk arah ini, saya saat ini akan konsultasi dengan beberapa pemimpin partai selekasnya.
Sebagian besar anggota parlemen Inggris menampik kemauan PM Boris Johnson untuk keluarkan Inggris dari Uni Eropa dengan atau tanpa ada deal pada deadline tanggal 31 Oktober akan datang.
Satu hari sebelum suspensi berjalan, parlemen sukses menggolkan legislasi yang mewajibkan sang PM untuk ajukan perpanjangan deadline, jika belumlah ada persetujuan yang terwujud sampai Oktober.
PM Johnson tengah cari usaha mengelak dari kewajiban perpanjang deadline itu, walau harus melakukan No-Deal Brexit. Satu diantara triknya dengan mensuspensi parlemen.
Dengan diperbolehkannya parlemen bersidang, karena itu usaha PM Johnson akan hadapi rintangan besar.
Tetapi, ini tidak lalu bermakna kebuntuan permasalahan brexit sudah usai.
Meskipun ada efek headline besar dari momen ketetapan MA ini, susah untuk memandang bagaimana ini merubah permasalahan Inggris memperoleh deal ataukah tidak.
Akan tetapi, pasar serta algo peluang akan memandang ketetapan menantang pemerintah jadi hal positif buat Sterling, sedang ketetapan memberi dukungan pemerintah jadi hal negatif buat Sterling.
Reli atau keruntuhan akan menghilang dalam periode pendek, kata Neil Wilson, pimpinan analis pasar di Markets.com.






