Pasangan EUR/USD turun mencolok sampai sampai posisi paling rendah pada angka 1.1288, sesudah launching data PMI Zone Euro pada pertengahan session Eropa hari Jumat 22/3. Euro pun lumpuh vs Yen Jepang serta Poundsterling. Tempat EUR/JPY turun hampir 1 % ke angka 124.95, sesaat EUR/GBP terjatuh 0.84 % pada angka 0.8600.
Dalam laporan preliminer, Markit Economics menginformasikan jika PMI untuk bidang manufaktur Zone Euro anjlok dari 49.3 jadi 47.6. Angka itu adalah yang paling rendah semenjak April 2013, serta jauh meleset dari harapan awal pada posisi 49.5.
PMI untuk bidang layanan Zone Euro sukses penuhi harapan pasar, yakni cuma turun tipis dari 52.8 jadi 52.7. Akan tetapi, perkembangan bidang layanan tidak dapat menanggulangi perlambatan yang tengah berjalan.
Pesanan baru yang masuk ke pabrik-pabrik Zone Euro sudah turun mencolok, hingga indeksnya alami penurunan dari 46.3 ke 44.5; posisi paling rendah semenjak akhir tahun 2012.
Sekarang ini, beberapa kegiatan perusahaan cuma sekitar pada kerjakan pesanan lama dan habiskan persediaan barang lama saja. Di lain sisi, rekrutmen tenaga kerja untuk bidang layanan juga mandek.
Keseluruhannya, kegiatan industri manufaktur turun dengan laju sangat kencang semenjak enam tahun paling akhir, sesaat perkembangan bidang layanan mulai melambat. Mengakibatkan, PMI Komposit juga tergelincir dari 51.9 jadi 51.3, alih-alih lebih baik ke posisi 52.0.
Chris Williamson, pimpinan ekonomi IHS Markit, menjelaskan jika pelemahan bidang manufaktur akan semakin memberatkan perekonomian Zone Euro dalam kuartal ke-2 tahun 2019.
Bidang layanan sudah menanggulangi dampak pelemahan itu pada kuartal pertama, tapi keadaan sekarang ini mensinyalkan jika iklim usaha layanan juga tidak secemerlang sebelumnya.
Tidak cuma itu. Berdasar pada data-data ini, Williamson pun memprediksi jika GDP Zone Euro kuartal I/2019 akan meluncur sebesar 0.2 % saja, atau lebih rendah daripada konsensus ekonom yang mengharapakan kenaikan GDP sebesar 0.3 %.
Laporan ekonomi kesempatan ini mengonfirmasi hilangnya momen perkembangan Zone Euro yang melatarbelakangi ketetapan bank sentra Eropa untuk menjaga suku bunga negatif.
Diluar itu, perihal ini pun menguatkan prediksi pasar jika mereka akan meluncurkan program TLTRO dalam jumlahnya besar pada bulan September yang akan datang, untuk menanggulangi permasalahan perlambatan ekonomi.






