PM May menyebutkan kalau visinya untuk jalinan masa depan dengan Uni Eropa adalah hal yang lebih andal serta PM May percaya dapat menjangkau perjanjian Brexit yang bagus.
Pernyataan May ini sebentar sesudah dianya berpidato dimuka parlemen Uni Eropa serta mengharapkan beberapa anggota parlemen Uni Eropa untuk lebih fleksibel di masa mendatang dalam menanggapi Brexit.
Perdana Menteri Theresa May membela keputusannya untuk singkirkan hak paspor untuk perbankan sesudah Brexit dengan menyebutkan kalau Inggris tidak bisa jadi pengambil ketentuan dalam soal service keuangan.
Ketentuan paspor itu sangat mungkin perusahaan keuangan Uni Eropa untuk jual service mereka di semua blok yang beranggotakan 28 orang dengan lisensi lokal, serta memperoleh lisensi beroperaai di tiap-tiap negara naggota Uni Eropa dimana dia lakukan usaha.
PM May menyebutkan kalau bidang jasa keuangan sangat perlu untuk ekonomi Inggris supaya Brussels bisa mengaturnya dibawah penyusunan antar negara yang telah ada.
Confederation of Board Industry atau CBI menyebutkan kalau perlu untuk meyakinkan penyusunan alternatif untuk menghindar perusahaan perbankan internasional meninggalkan London.
Dirjen CBI Carolyn Fairbairn menyebutkan kalau Inggris mempunyai tempat pembuka negosiasi, butuh dibarengi selekasnya secara cepat karna perusahaan jasa keuangan bergerak saat ini.
Dalam wawancaranya dengan BBC, PM May mengungkap jika kita terima paspor, jadi kita cuma juga akan jadi pengambil ketentuan serta mesti mematuhi ketentuan yang diputuskan ditempat beda. Mengingat perlunya kestabilan keuangan, Inggris tidak dapat cuma ambil ketentuan yang sama tidak ada kebebasan yang sudah umum dikerjakan pelaku bisnis bidang yang lain.
PM May juga menyebutkan kalau hasil perundingan Brexit yang baik, jadi bukan sekedar orang-orang Inggris saja yang menikmatinya, tetapi 27 anggota blok yang lain akan memperoleh faedahnya.
PM May sendiri mengharapkan dianya memperoleh peluang untuk melakukan perbuatan tambah baik pada orang-orang Inggris dalam soal perundingan Brexit setelah itu serta selama ini PM May memperoleh sambutan yang positif walau belumlah ada titik kejelasan mengenai service keuangan serta perjanjian transisi setelah itu.
Terkecuali problem perjanjian keuangan, butuh digarisbawahi kalau masalah perbatasan Irlandia yang disebut hanya satu batas daratan pada Inggris dengan Uni Eropa juga masih tetap belum juga temukan titik temunya.







