Dolar Australia menurun seputar 1.40 % ke rata-rata 0.7134 pada Dolar AS pada awal session Eropa hari Rabu ini 6/2, sesudah Gubernur Reserve Bank of Australia RBA mengemukakan pidato bernada dovish.
Aussie pun lumpuh pada Kiwi, dengan tempat pasangan mata uang AUD/NZD anjlok seputar 0.70 % di rata-rata 1.041. Keseluruhannya, Dolar Australia jadi mata uang mayor yang melemah sangat kronis pada Greenback dalam perdagangan intraday, sesudah sudah sempat berkonsolidasi pada perdagangan hari Selasa.
Dalam pidatonya barusan pagi, Gubernur RBA Philip Lowe mengutarakan jika dia masih tetap optimistis tentang outlook ekonomi Australia. Namun, Lowe pun mengemukakan jika suku bunga referensi RBA dapat di menurunkan, bila pengangguran bertambah sesaat inflasi masih rendah.
Pernyataan pimpinan bank sentra Australia yang sudah menjabat semenjak September 2016 ini sebetulnya sesuai dengan harapan aktor pasar yang mensinyalir RBA akan memotong suku bunga dalam tahun 2019.
Akan tetapi, pengakuan itu mengagetkan pasar, sebab bertentangan dengan hasil rapat kebijaksanaan bank sentra tempo hari yang memberikan indikasi jika otoritas moneter masih optimistis akan meningkatkan suku bunga.
Dari sisi teknikal, David Cottle dari DailyFX mengutarakan, AUD/USD kehilangan nilai hampir sebesar satu sen menyusul pengakuan Lowe yang dikatakan dalam pidatonya di Sydney.
Pada grafik Daily, Aussie tergelincir kembali pada bawah downtrend terbarunya, tempatkan konsentrasi bearish kembali ke channel downtrend yang menandai sejumlah besar perdagangan di tahun 2018.
Pengakuan Lowe pun mengubah perhatian aktor pasar dari pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Dalam pidato itu, Trump kembali menyentuh masalah perundingan perdagangan dengan China, tapi tidak tawarkan berita baru apa pun, baik negatif ataupun positif.
Karena itu, pidato Trumo disikapi netral oleh sebagian besar aktor pasar; berbanding terbalik dengan pidato Lowe yang menghebohkan.
Pidato Trump tidak berisi surprise apa pun. Perumpamaannya, dia tidak menginformasikan keadaan darurat nasional untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan biaya buat pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, pun tidak mengemukakan opini menggemparkan tentang China, Tegas Ayako Sera.






