Dari hasil gambaran rapat suku bunga diawal bulan yang kemarin sebagian petinggi bank sentral AS, sedangkan dari Federal Reserve mengungkap pandangan yang yakin mengenai perkembangan ekonomi AS, sekalian juga cemas kalau harga atau inflasi di AS yang rendah juga akan membahayakan ekonomi AS tersebut.
The Fed meeting atau minutes of FOMC meeting menyebutkan kalau anggota rapat suku bunga itu pada umumnya melihat perkembangan pasar tenaga kerja, berbelanja customer serta manufaktur AS semua tunjukkan perkembangan yang solid.
Walau ada ketidaksepakatan tentang laju inflasi menimbulkan diskusi supaya anggota The Fed merubah pendekatan penilaian pada kestabilan harga, atau mungkin dengan kata beda dapat turunkan sasaran inflasi atau dibawah 2%.
Diluar itu mereka juga menyebutkan kalau deskripsi ekonomi AS dapat tambah baik bila Kongres AS turunkan pajak perusahaan jadi sisi dari gagasan reformasi.
pada laporan itu juga tersingkap walau beberapa besar lokasi di Selatan AS alami bencana badai, tetapi pasar tenaga kerja AS waktu itu merasa tidak terganggu dengan bencana itu.
Tengah dalam mengevaluasi keadaan pasar atau saham, mulai terlihat kecemasan sendiri. Selama perdagangan saham tahun ini di AS, rekor teratas indeks saham AS terus bergerak naik triliunan dolar.
Baik untuk keuntungan perusahaan serta ditambah juga semakin lebih lebih baik bila reformasi pajak juga berlangsung.
Tetapi sebagian anggota takut apa yang juga akan berlangsung bila pasar mendadak terpukul, di mana nilai atau valuasi aset yang tinggi disertai dengan volatilitas pasar keuangan yang rendah, juga akan mempermudah potensi penimbunan tidak seimbangan keuangan. Mereka kuatirnya juga akan berlangsung pembalikan tajam pada harga aset hingga beresiko jelek pada ekonomi AS.
Sebagian instansi diluar The Fed telah berkali-kali mengingatkan bank sentral AS itu seandainya hal semacam ini masih tetap berlangsung sampai 2018, jadi Bank of America Merrill Lynch serta Goldman Sachs juga akan berlangsung penggelembungan aset hingga apabila berlangsung resesi ekonomi, jadi AS begitu gampang kolaps ekonominya.
Sebagian anggota menginginkan pasar tetaplah naik bersama dari tingkat suku bunga rendah hingga tidak membatasi perkembangan.
Tetapi ada pula yang mengatakan perubahan ketentuan sudah menolong kuatnya tempat modal serta likuiditas yang gampang serta besar di bidang keuangan dalam satu tahun lebih ini hingga buat systemnya kurang rawan pada guncangan penurunan pasar yang mendadak.






