Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Petinggi ECB Rencanakan Rilis Program TLTRO Baru

Petinggi ECB Rencanakan Rilis Program TLTRO Baru

671
0

Dalam perdagangan hari Senin ini 18/2, Euro berusaha bangun dari posisi dekat posisi paling rendah dua tahun. Pasangan EUR/USD sudah naik seputar 0.30 % ke posisi 1.1327.

 

Sedang EUR/GBP relatif konstan di posisi 0.8760, serta pasangan EUR/JPY melejit 0.35 % ke posisi 125.20 pada pertengahan session Eropa. Akan tetapi, outlook mendasar Euro masih tetap suram sebab bank sentralnya diberitakan akan kembali meluncurkan program TLTRO baru.

 

Dua petinggi bank sentra Eropa European Central Bank/ECB memberikan indikasi jika mereka akan kembali meluncurkan program Targeted Long-Term Refinancing Operations TLTRO.

 

Permasalahannya, kebijaksanaan moneter yang telah ada sekarang ini peluang kurang mencukupi untuk menanggulangi perlambatan ekonomi yang kembali lagi menempa lokasi Euro.

 

Di hari Jumat, anggota dewan gubernur ECB Benoit Coeure mengutarakan jika program TLTRO baru itu sedang didiskusikan.

 

Lalu di hari Minggu, partnernya yang lainnya, Olli Rehn, pun mengutarakan dalam satu interviu dengan koran usaha Jerman jika program TLTRO baru termasuk juga dalam agenda rapat ECB selanjutnya pada tanggal 7 Maret 2019.

 

Menurut Coeure, laju inflasi Zone Euro akan tambah lebih lamban, sesaat pelemahan ekonomi akan lebih kronis serta lebih luas dari harapan. Karenanya, bank sentra butuh mempersiapkan piranti kebijaksanaan penambahan, tidak hanya program-program yang telah dilangsungkan sekarang ini.

 

Selain itu, Olli Rehn yang masih tetap menjabat menjadi pimpinan bank sentra Finlandia, mengaku jika data-data terbaru mensinyalkan perlambatan ekonomi Zone Euro.

 

Dia malas mengonfirmasi apa perlambatan ekonomi itu akan memaksa ECB tunda gagasan kenaikan suku bunga sampai akhir tahun 2020, seperti harapan pasar sekarang ini. Akan tetapi, Rehn menyaratkan jika ECB takkan lakukan pengetatan kebijaksanaan moneter saat tujuan inflasi 2 % belumlah terwujud.

 

Laju inflasi Zone Euro sudah melambat sampai mencatat rekor terlemah dalam 8 bulan pada bulan Januari kemarin. Saat itu, laju inflasi tahunan Zone Euro anjlok dari 1.6 % jadi 1.4 % saja.

 

Rehn mengaku juga lemahnya desakan inflasi ini, dengan menjelaskan jika kenaikan upah tidak terefleksikan dalam laju inflasi pokok. Meskipun begitu, dia memberikan indikasi jika ECB masih tetap mempunyai waktu untuk memonitor perubahan data-data ekonomi ke depan, sebelum lakukan pergantian kebijaksanaan moneter.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses