Untuk saat ini Indeks Dolar (DXY) kembali mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan safe haven dampak konflik di Timur Tengah. Sementara itu, pejabat The Fed mengatakan imbal hasil yang lebih tinggi merupakan hal yang positif untuk melawan inflasi.
Yang jelas saja perkembangan perang di Timur Tengah dan Pembuatan Kebijakan The Fed akan membantu meningkatkan pergerakan harga di seminggu ke depan.
Yen Jepang Mengalami Kenaikan
Jadi bisa dikatakan ini menjadi pekan yang menarik bagi yen Jepang, namun tidak memberikan banyak kejelasan tentang arah ke depan. Karena pertemuan Bank of Japan (BoJ) pekan ini melihat bank sentral dalam mengubah kebijakan Kontrol Kurva Hasil (YCC) yang merupakan langkah kecil dalam menuju normalisasi kebijakan.
BoJ untuk saat ini mempertahankan target imbal hasil JGB 10 tahun di angka 0 persen, tapi ini mendefinisikan ulang 1 persen sebagai batas atas dan bukan batas maksimum seperti yang sudah terjadi sebelumnya.
Dengan melakukan hal ini, maka BoJ menyampaikan apa yang pasar anggap sebagai salah satu pesan dovish yang memberikan tanda jika BoJ mungkin tidak akan segera melakukan intervensi, khususnya nanti ketika imbasl hasil mendekati 1 persen.
USD/JPY kemudian akan mencoba melanjutkan kenaikannya hingga melebihi angka 150,00 dan seterusnya. Dengan melihat kemungkinan adanya kenaikan suku bunga dari BoJ dan pelaku pasar yang sudah memprediksi kenaikan sebesar 70 persen pada bulan April 2024 nanti.
Akan tetapi, BoJ kelihatannya cukup beruntung, setelah berjalannya pekan ini. Karena dolar AS sudah kehilangan sebagian kekuatannya di awal pekan sementara penurunan perbedaan imbal hasil juga membantu yen Jepang.







