Harga Minyak mentah turun pada pembukaan sesi perdagangan hari Rabu 28/6/2017 sesudah laporan persediaan minyak AS naik hingga menaikkan kecemasan kalau melimpahnya minyak sepanjang tiga tahun paling akhir belum juga usai di mana OPEC berupaya mengaturnya.
Minyak Brent Futures diperjualbelikan seharga $46.32 per barrel pada jam 07:12 WIB barusan pagi atau turun 0.7 % dari penutupan session perdagangan tempo hari. Diluar itu minyak WTI Futures turun 0.9 % jadi $43. 86 per barrel.
Minyak sesungguhnya sudah sembuh dari keterpurukan dalam minggu ini karna terlebih dulu pernah melonjak lebih dari 1 % di awal minggu. Tetapi laporan American Petroleum Institute memberikan ada kenaikan persediaan minyak mentah AS sejumlah 851,000 barrel pada minggu yang selesai sampai tanggal 23 Juni lantas jadi keseluruhan 509.5 juta barrel. Bertolak belakang dengan harapan penurunan persediaan sebesar 2.6 juta barrel.
Persediaan bensin AS naik cukup penting sebesar 1.4 juta barrel walau mengkonsumsi bahan bakar itu tengah bertambah karena banyak warga AS pergi waktu musim panas.
Seperti yang di ketahui kalau Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sudah berusaha untuk memotong produksi sebesar 1. 8 juta barrel /hari dari mulai periode Januari 2017 sampai Maret 2018. Tetapi nampaknya tren harga Minyak mentah dalam sebagian bulan paling akhir seakan selalu tertekan.
Sesudah stabil dikisaran $50an per barrel pada bulan Januari serta Februari 2017 selanjutnya, minyak kembali tertekan pada bulan Maret yang pernah menyentuh level $44 per barrel lantas naik sampai level $53 per barrel pada bln. April, turun kembali sepanjang bln. Mei serta selalu turun tajam sampai sekarang ini.
Kepala Trader Minyak Independent paling besar dunia (Vitol), Ian Taylor menyebutkan kalau harga minyak mentah Brent juga akan bertahan dikisaran $40 – $50 per barrel untuk sebagian kuartal yang akan datang. Argumennya karna persediaan minyak AS yang berlimpah bisa menghalangi penyeimbangan harga minyak minyak di pasar.






