
Memasuki sesi perdagangan hari ini poundsterling terpantau melandai 0.17 % lawan Dolar AS ke 1.2845, walau kuat pada Yen serta Euro. Poundsterling condong volatile serta tidak menentu karena ketidakpastian mendekati pemungutan di Parlemen Inggris atas persetujuan Brexit yang sudah diraih Theresa May serta Uni Eropa.
Beberapa prediksi simpang siur tentang hasil akhir dari moment itu menyebabkan ketidakjelasan dari Sterling.Parlemen Inggris diskedulkan akan mengadakan voting di hari ini jam 19:00 waktu ditempat, atau seputar hari Rabu jam 01:00 WIB.
Hasil pada akhirnya diprediksikan kekalahan keseluruhan buat Theresa May dengan ditolaknya persetujuan itu oleh sebagian besar anggota parlemen. Akan tetapi, ada ketimpangan berkaitan konsekuensi dari penolakan itu.
Beberapa analis memproyeksikan Pounds akan langsung turun sesudah PM kalah. Akan tetapi, beberapa yang lain meramalkan Pounds masih tetap dapat kuat sekian waktu sesudah voting.
Sedangkan skenario bullish buat Pounds ini bisa diraih lewat beberapa jalan, salah satunya bila Parlemen menyepakati mengajukan mundurnya deadline Brexit dari bulan Maret jadi Juli, atau jika Parlemen memperbolehkan Theresa May lakukan negosiasi lagi dengan Uni Eropa serta mengadakan voting kembali sesudahnya.
Kami tidak mengekspektasikan terkait reaksi spontan yang besar pada GBP sesudah kekalahan May, sebab kegagalannya melepaskan persetujuan ini pemungutan suara pertama telah diekspektasikan dengan luas, tutur Katherin Goretzki.
Selanjutnya, dia mengutarakan jika resolusi cepat dari ketidakpastian ini takkan berlangsung, sebab beberapa faksi yang berlainan dalam parlemen Inggris akan menyortir beberapa peluang lainnya mendekati deadline tanggal 29 Maret 2019.
Kami menginginkan Sterling akan reli pada semua mata uang selekasnya sesudah jadi jelas jika persetujuan yang diamandemen akan di setujui, sebab menyusutnya ketidakpastian karena persetujuan itu akan menghindari Inggris dari resiko penurunan periode pendek.
Laporan paling baru yang tersebar ini hari memberikan indikasi jika Uni Eropa bersedia memberi konsesi penambahan untuk menolong May mengamankan persetujuan Brexit.
Akan tetapi, sebagian besar analis memprediksi konsesi itu baru akan dikasihkan sesudah voting pertama ini selesai, karena rutinitas diplomasi Uni Eropa untuk perpanjang negosiasi sampai beberapa detik akhir.





