Dolar New Zealand melejit seputar 0.50 % ke posisi paling tinggi semenjak awal bulan ini pada rata-rata 0.6580 lawan Dolar AS.
Sampai mendekati akhir sesi perdagangan Eropa dalam sesi perdagangan Selasa 16/Oktober, pasangan AUD/NZD hari ini begerak turun 0.45 % ke posisi 1.0835.
Kondisi tersebut mengisyaratkan kelebihan Kiwi menantang mata uangnya yang saling dirundung outlook ekonomi tidak tentu menjadi imbas dari perseteruan perdagangan pada Amerika Serikat serta Tiongkok, negara mitra dagang paling dekat mereka.
Barusan pagi, instansi pemerintah Statistics New Zealand memberikan laporan jika inflasi customer Consumer Price Index/CPI untuk kuartal ke-3 tahun 2018 alami naiknya 0.9 % dengan QoQ. Angka itu tambah tinggi perkiraan awal 0.7 % ataupun perkembangan 0.4 % pada kuartal pertama.
Dalam basis tahunan, inflasi customer ikut alami penambahan 1.9 % tambah tinggi dari 1.7 % yang diprediksikan awal mulanya ataupun perolehan 1.5 % pada kuartal pertama. Dengan begitu, data-data ini menunjukkan outlook ekonomi yang lebih baik buat New Zealand.
Harga bahan bakar meliputi seputar sepertiga dari naiknya CPI pada kuartal ini, serta peluang menggerakkan inflasi tahunan ke atas 2 % pada kuartal selanjutnya, tutur ekonom senior Westpac, Michael Gordon.
Disandingkan dengan sejumlah kejutan yang lain belakangan ini yang cenderung pada arah yang sama, seperti data GDP yang kuat serta jatuhnya nilai tukar , jadi ini tidak dapat diacuhkan selamanya.
Di lain sisi, data inflasi kesempatan ini ikut buka kesempatan buat bank sentra New Zealand untuk mengubah kebijaksanaan.
Masalahnya memasuki bulan Agustus yang kemarin, Gubernur RBNZ Adrian Orr, mengutarakan jika inflasi yang begitu rendah sudah memberikan ruangan buat bank sentra untuk tidak mengubah suku bunga dengan waktu yang lebih lama.
Sudah bisa dipastikan, bila inflasi bertambah serta tidak kembali masuk dalam persyaratan sangat rendah, jadi bisa saja buat bank sentra untuk meningkatkan suku bunganya.
Seperti umum berlangsung di pasar forex, aktor pasar menyongsong baik hampir tiap-tiap naiknya inflasi menjadi penambahan probabilitas naiknya suku bunga menjadi perihal yang bullish buat nilai ganti mata uang berkaitan. Akan tetapi, konfirmasi tentang probabilitas itu dari petinggi bank sentra masih tetap dibutuhkan.






