Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Perekonomian Jerman Krisis, GDP Zone Euro Stabil

Perekonomian Jerman Krisis, GDP Zone Euro Stabil

583
0

Pasangan EUR/USD tertekan dalam ruang sideways yang benar-benar sempit di seputar posisi 1.1170-an. Data preliminer yang dikeluarkan ini hari 14/8 tunjukkan jika Gross Domestic Product GDP Zone Euro hampir tidak tumbuh benar-benar pada kuartal II/2019.

 

Perkembangan ekonomi di negara terbesarnya, Jerman, justru tertera negatif sebab terdampak oleh perlambatan ekonomi global serta ketidakpastian brexit.

 

Eurostat memberikan laporan jika perkembangan GDP Zone Euro bertambah 0.2 % Quarter-over-Quarter dalam kuartal II/2019. Perolehan ini lebih rendah dibanding kenaikan 0.4 % yang tercetak pada kuartal pertama, tapi masih sesuai harapan pasar. Perkembangan GDP tahunan juga statis pada pergerakan 1.1 % Year-on-Year.

 

Selain itu, Destatis memberikan laporan jika perkembangan GDP Jerman tertera -0.1 % Quarter-over-Quarter, atau jatuh dari 0.9 % jadi 0.4 % Year-on-Year dalam kuartal II/2019.

 

Rekor itu sesuai harapan, tapi buka peluang berlangsungnya krisis dalam tahun ini. Seperti didapati, satu negara disebutkan alami krisis bila perkembangan ekonominya tertera negatif sepanjang dua kuartal berturut-turut.

 

Rangkaian data ekonomi lain dari lokasi 19 negara tidak kalah menyedihkan. Produksi industri mencatat perkembangan -1.6 % Month-over-Month, walau sebenarnya awalnya direncanakan cuma akan -1.4 % saja.

 

Perkembangan ketenagakerjaan terus alami penurunan, tapi beberapa ekonom sangsi jika kondisi ini bisa dipertahankan ditengah-tengah penurunan perekonomian karena efek perang dagang global.

 

Konfirmasi ini hari tentang kontraksi di Jerman pada kuartal ke-2 memantik diskusi selanjutnya mengenai peluang perlambatan ekonomi yang lebih luas. Lebih banyak efek penurunan di maa depan, seperti brexit, gejolak politik Italia, serta ketidakpastian perang dagang, debat ini kelihatannya beralasan.

 

ECB hampir seutuhnya pastikan paket stimulus selanjutnya untuk dipublikasikan pada September, tapi pertanyaannya ialah apa pemerintah beberapa negara anggota Zone Euro bersedia menyiapkan suport penambahan, kata Bert Colijn, seseorang ekonom dari ING.

 

Bank sentra Eropa European Central Bank/ECB sudah menjaga suku bunga deposit negatif dan jalankan program pembelian obligasi dalam rasio lumayan besar.

 

Tetapi, semua usaha itu belum dapat mengangkat inflasi serta menggairahkan perekonomian. Semenjak kritis utang Zone Euro beberapa tahun kemarin, inflasi tetap ada dibawah sasaran 2 %, sedang pemulihan ekonomi tersendat-sendat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses